Mudik Lebaran
Haryanto Lebih Santai Naik Motor
Mudik telah menjadi tradisi tersendiri bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya bagi umat muslim
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: tea
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Mudik telah menjadi tradisi tersendiri bagi sebagian masyarakat Indonesia, khususnya bagi umat muslim yang merayakan lebaran Idul Fitri. Berbagai cara mereka tempuh demi bisa berkumpul dengan sanak famili di kampung halaman.
Meski pemerintah dan sejumlah pihak swasta telah menyediakan angkutan umum seperti bis dan kereta api, tak sedikit masyarakat tetap nekat mudik menggunakan motor. Meski umumnya mereka tahu tingkat resiko motor lebih tinggi, namun hal ini seakan tak berpengaruh signifikan.
Haryanto, misalnya, yang mengaku setiap tahun mudik ke kampung halamannya di Nganjuk, Jawa Timur, dengan menggunakan motor. Baginya, mudik dengan motor terkesan lebih bebas dan santai.
“Tak perlu mengejar waktu seperti naik kereta atau bis, bisa lebih santai mau berangkat jam berapa saja,” kata alumni UGM ini.
Ia mengisahkan, tak hanya saat mudik lebaran, setiap dirinya pulang ke Nganjuk ketika libur kerja pun selalu menggunakan motor. Karena telah menjadi kebiasaan, ia merasa enggan apabila harus mudik dengan menggunakan jasa kendaraan umum. “Lebih fleksibel juga sih kalau pakai motor, misalnya capek ya istirahat di warung atau SPBU, enggak dikerjar waktu,” tambahnya. (*)