Catatan Dari Suku Anak Dalam
Perjalanan Menuju Rimba Makekal Hulu
Yuda Rasyadian, dan Vuvut Zery Haryanto melakukan serangkaian program ke Suku Anak Dalam di Rimba Makekal Hulu, Merangin, Jambi.
Penulis: rap | Editor: Iwan Al Khasni
Program Sekolah Remaja ini bertujuan untuk merangsang, berbagi ilmu, dan mengajarkan pada para remaja di komunitas lokal untuk bisa mengenali serta ‘aware’ terhadap potensi dan permasalahan di sekitar mereka, khususnya di komunitas mereka hidup.
Menurut Yuda yang akrab disapa Iduy ini, Sekolah Remaja juga berusaha mengajarkan bagaimana caranya komunitas dampingan bisa bercerita, berkampanye, atas ide mereka tentang sesuatu yang penting dengan menggunakan media apapun yang ada.
Di antara media yang sering digunakan adalah, Video Diary, Foto, Tulisan, Lukisan, bahkan Lagu lokal (lagu adat). “Pokoknya, segala media apapun yang "dekat" dengan kehidupan mereka sebagai tempat untuk bercerita dan menginformasikan hal tersebut kepada orang lain,” ucap Iduy kepada Tribun Jogja beberapa hari lalu.
Lalu bagaimana pengalaman kedua pria yang juga mahasiswa Antropologi Universitas Gadjah Mada ini selama hidup dan tinggal bersama Suku Adat di Jambi? Iduy dan Zery menceritakan secara khusus kepada Tribun Jogja.
Setibanya di Kota Jambi, mereka bergegas ke Bangko, yaitu kota kecil dimana Kelompok Makekal Bersatu (KMB) bertempat di sebuah rumah kontrakan yang menjadi sekretariat mereka.
KMB adalah kelompok kecil yang terdiri dari remaja-remaja Orang Rimba Makekal yang mewadahi advokasi mereka, dan difasilitasi oleh Ruma Sokola. Seorang Rimba yang bernama Pengendum menjadi ketua KMB.
“Di sekretariat KMB inilah kami sebagai fasilitator dari Kampung Halaman, mampir sementara untuk persiapan masuk ke rimba Makekal Hulu, dimana kita akan menjalankan program Sekolah Remaja,” ujar Iduy kelahiran lahir di Jakarta, 11 Juni 1986 ini. (TRIBUNJOGJA.COM) Bersambung ke Tulisan Terkait - Menginjakkan Kaki di Desa Terakhir