Pintu Tol Awan Panas di Bukit Kendil (2)
Sebelumnya warga tak berani mendaki karena muncul isu bukit tersebut retak.
Editor:
Setya Krisna Sumargo
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
DEKATNYA Kendil dengan bukaan kawah Merapi menimbulkan kemungkinan awan panas melompati lembah dan mengarah ke permukiman. Dewi mendapati hulu Kali Woro juga terkena awan panas seruaan atau surge, seperti yang mengenai Dusun Kinahrejo, 26 Oktober 2010.
Dari titik trianggulasi (tertinggi), terlihat alur material erupsi dari puncak Merapi. Dari pengamatan Tribun, alur atau jarak luncuran tersebut sekitar satu kilometer di lereng selatan yang menghunjam persis pada dinding bukit Kendil.
"Sungguh ngeri," gumam Kepala Desa Glagaharjo, Suroto, menyaksikan secara langsung kondisi di balik bukit Kendil. Pengamatan langsung ke puncak bukit Kendil jadi pengalaman baru bagi banyak peserta pendakian di rute ini.
Sebelumnya warga tak berani mendaki karena muncul isu bukit tersebut retak. "Saya puas ikut mendaki dan mendengar penjelasan bukit Kendil tidak retak," kata Suryadi (32), warga Dusun Butuh, Desa Bawuk, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Saat erupsi 2010, Suryadi menyebut di dusunnya beredar rumor tersebut. Lain halnya dengan Ponijo dan Tugi, warga setempat dan relawan yang pernah mendaki ke puncak Bukit Kendil. Keduanya mengatakan bukit Kendil saat ini berbeda dengan kondisi sebelumnya.
"Alirannya di bawah bukit Kendil sudah beda. Sekarang terisi endapan vulkanik," kata Tugi, yang pada tahun 2007 naik ke puncak bukit itu mengantar pendaki yang kemudian tersesat hingga di bawah Kendil.
Perbedaan morfologi bukit Kendil sebelum dan sesudah erupsi 2010 disampaikan ahli kimia BPPTK Yogyakarta, Muzahni, yang turut dalam ekspedisi ini. Dari pengamatannya, tebing bukit Kendil sudah menipis karena hantaman material vulkanik.
"Tebing bukit terhantam langsung sehingga terlihat tipis," kata Muzahni sembari menunjukkan bebatuan yang tertanam alami di tebing sudah terlihat menonjol. Sebelumnya, bebatuan tersebut tidak terlihat.
"Kasatmata, warga bisa melihat sendiri lembah bukit Kendil atau gunung Kukusan. Warga jadi tahu langsung ancaman erupsi Merapi mendatang bakal ke selatan. Ini bisa disampaikan ke warga lainnya," kata Suroto.
Ucapan Suroto itu muncul saat sarasehan di rumahnya di Srunen yang dihadiri Kepala BPPTK Yogyakarta, Drs Subandriyo Msi. Ibarat jalan tol, jika lembah di balik bukit Kendil terus terisi material, maka titik itu akan jadi pintu tol luncuran awan panas.
Jika skenario ini terjadi, maka nasib permukiman di bawah bukit Kendil itu takkan berbeda dengan kawasan Kaliadem, yang terkubur bermeter-meter di bawah tumpukan pasir dan batu muntahan gunung Merapi.(Tribunjogja.com)