Erik: Saya Bangga dan Salut pada The Royal Guards
Kali pertama suporter Real Mataram FC, The Royal Guards, akan tampil mendukung timnya di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (18/2/2011).
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - CEO Real Mataram, Erik Irawan Pujoadi, mengaku terharu ketika beberapa waktu lalu kedatangan puluhan mahasiswa pencetus suporter Real Mataram FC, The Royal Guards. Erik menyatakan kebanggaannya terhadap pemuda yang sebagian besar mahasiswa dari seluruh DIY itu.
"Bahkan, saya tak dapat berkata-kata saat bertemu mereka di Sekretariat Real Mataram, Cupuwatu," ujarnya kepada Tribun Jogja di sela latihan dan uji coba lapangan Real Mataram di Stadion Maguwoharjo Sleman, Jumat (18/2/2011).
Yang membanggakan bagi Erik, timnya yang baru seumur jagung ternyata dinilai telah pantas untuk dibela dalam pentas persepakbolaan tanah air. "Akhirnya impian kami terwujud, memiliki tim suporter. Selain itu, mereka membentuk The Royal Guards bukan atas permintaan kami, tapi atas inisiatif mereka sendiri," katanya bangga.
Lebih lanjut Erik menyatakan salutnya pada suporter barunya itu. Saat ditanyak berapa tiket yang dibutuhkan, katanya, para pendukung The Real ini menolaknya karena mereka ingin menunjukkan sikap profesionalnya dengan membeli tiket.
Sebenarnya sejak laga kandang terakhir lawan Bintang Medan FC akhir bulan lalu, Erik telah mengidentifikasi sejumlah suporter yang diperkirakan menjadi cikal bakal pendukung The Real. Lahirnya The Royal Guards, Erik optimistis keberadaannya menambah semangat juang anak asuh Jose Horacio Basualdo.
"Mereka telah membuat merchandise Real Mataram yang terdiri dari syal dan kaus, yang akan mereka jual mulai pertandingan besok," tambahnya.
Erik berharap, ke depan The Royal Guards benar-benar mampu menjadi pendukung sekaligus pengawal bagi pemain Real Mataram, agar berprestasi di Liga Primer Indonesia (LPI).
Koordinator suporter The Royal Guards Julian K Nugroho menuturkan, ia dan ratusan anggota The Royal Guards sejak awal menyaksikan dan memantau semua pertandingan yang dijalani Supriyanto dkk. Dari pertandingan itu, Dimas, panggilan akrabnya, dan teman-temannya memutuskan untuk membentuk organisasi pendukung Real Mataram bernama The Royal Guards.
"The Royal Guards resmi berdiri pada 14 Februari 2011. Selanjutnya kami bertemu pihak Real Mataram terkait niat kami mendukung wakil DIY di LPI itu," katanya.
Dimas menambahkan, The Royal Guards adalah suporter tanpa laskar. Baginya, laskar yang ada dalam suporter akan memperbesar risiko terjadinya konflik horizontal. Untuk itu, saat ini pihaknya tidak akan membentuk laskar guna meredam kemungkinan negatif yang bisa terjadi.
Pada hari pertamanya mendukung Real Mataram lawan Manado United besok, The Royal Guards siap beraksi secara profesional dan dewasa.(*)