Sakit Kepala Andin Hilang Setelah Teraphy Akupuntur
Saat jarum yang pertama saya benar-benar tegang, saya tidak kuasa melihat. Maklum ini yang pertama kali saya ikut teraphy akupuntur
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Jusiana (45) dan Andang Ris Haryanto (45) mengaku tegang ketika pertama kali dia menjalani teraphy akupuntur. Ketegangan itu semakin menjadi ketika jarum-jarum mulai menembus kulitnya.
“Saat jarum yang pertama saya benar-benar tegang, saya tidak kuasa melihat. Maklum ini yang pertama kali saya ikut teraphy akupuntur,” kata Andang Ris Haryanto.
Ketegangan itu belum reda hingga tusukan kelima. Namun pelan-pelan, Andang mulai bias menguasai dirinya. “Saya itu takut dengan jarum,” imbuhnya saat keluar dari ruang poliklinik akupuntur Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito, Sabtu (5/2/2011).
Setelah tusukkan kelima ia mengaku mulai menikmati akupuntur. Bahkan ia mengaku ketagihan untuk melakukan lagi pengobatan alternatif asal negeri tirai bambu tersebut.
"Iya ketagihan, tadi saja saya sampai ngantuk-ngantuk, padahal setrum yang dialrikan di jarum kata akupunturisnya termasuk tinggi," kata pegawai BUMN tersebut.
Berkat akupuntur ini, pria itu mengaku sakit kepala yang ia alami menjadi berkurang. Sakit kepala yang ada di leher bagian belakang menurutnya menghilang. "Kami memang baru coba-coba saja," ujar Jusiana, istri Andang.
Ia mengetahui adanya akupuntur dari teman-temannya. Rasa penasaran tersebut membawanya ke poliklinik akupuntur ini. "Saya ajak saja suami saya sekalian. Daripada pakai obat," jelasnya.
Ketidaksukaan mengonsumsi obat juga menjadi alasan Andang Ris Haryanto mau diajak istrinya. Ia mengaku jarang sekali minum obat. Kalaupun disuruh minum obat pasti tidak ia habiskan. Ia lebih suka melakukan pijet syaraf ataupun refleksi untuk mengobati sakitnya.
Tetapi karena jauh ia mulai memikirkan untuk pindah melakukan pengobatan alternatif akupuntur di RSUP dr Sardjito. "Pasti ke sini lagi, saya ketagihan," ujarnya sambil tertawa.
Akupunturis poliklinik tersebut, Ni Putu Ratmika mengatakan bahwa akupuntur memang bisa menyembuhkan berbagai nyeri di tubuh. "Tanpa efek samping," kata Ni Putu Ratmika.
Ia menambahkan, semua orang bisa menikmati layanan penyembuhan nyeri dengan akupuntur, termasuk pemegang askes juga bisa. "Umum cukup bayar Rp 5 ribu, kalau askes Rp 10 ribu saja dengan rujukan dari puskesmas tentunya," ujarnya. (*)