Keju Termahal di Dunia, Dibuat dari Susu Keledai dan Dijual Rp16 Juta
Karga keju dari susu keledai ini sangat mahal. Ia dijual seharga 1.000 euro per kilogram atau hampir Rp 16 juta rupiah–menjadi keju termahal di dunia.
TRIBUNJOGJA.COM - Serbia mempunya keju yang sangat unik dan langka karena terbuat dari susu keledai. Tidak hanya lezat, ia juga bermanfaat bagi kesehatan. Berwarna putih, padat, dan kaya rasa, membuat keju ini semakin spesial.
Namun sayangnya, harga keju susu keledai ini sangat mahal. Ia dijual seharga 1.000 euro per kilogram atau hampir Rp 16 juta rupiah–menjadi keju termahal di dunia.
• Bos Amazon Harus Serahkan Gono-gini Rp 535 Triliun ke Mantan Istrinya
Keju keledai ini pertama kali dibuat pada 2012. Slobodan Simic dan sekelompok peternak, memerah susu dari sekitar 200 keledai. Kawanan keledai itu hidup di kawasan cagar alam di utara Serbia, Berna Zasavica.
Menyembuhkan Penyakit
Susu kedelai memiliki beberapa kesamaan dengan ASI dan disebut Simic sebagai obat yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit, seperti asma dan bronkhitis.
“Bayi manusia bisa minum susu ini dari hari pertama, tanpa perlu diencerkan,” kata Simic seraya menyebutnya sebagai 'keajaiban alam'.
Meski minimnya riset ilmiah menyulitkan untuk menilai kekayaan nutrisinya, susu kedelai itu kaya protein dan diakui PBB sebagai makan alternatif bagi mereka yang alergi susu sapi.
Tapi “yang belum dilakukan oleh siapa pun di dunia dan bisa membuatnya adalah keju keledai,” kata Simic mengenai produk andalannya.
Susu keledai memiliki kadar kasein yang rendah. Kasein adalah sejenis protein yang berfungsi sebagai perekat dalam pembuatan keju.
Tapi seorang staf di Zasavica menemukan sebagian susu keledai bisa dicampur dengan susu keju untuk mendapat bentuk keju yang mudah hancur.
Campuran itu juga membantu mengkompensasi produksi susu keledai yang hanya sedikit. Kedelai biasanya hanya memproduksi kurang dari satu liter sehari atau sedikit sekali dibandingkan produksi susu sapi.
Peternakan Simic menjual antara enam dan 15 kilo keju dalam satu tahun, kebanyakan kepada orang asing dan turis asing yang mengunjungi peternakan, kata Simic.
Mereka juga memproduksi sabun susu keledai dan minuman keras.
Bagi Simic, bisnis itu juga menjadi cara untuk melindungi keledai Balkan yang makin tersingkir karena digantikan mesin-mesin di pertanian.