Pemilu 2019

Megawati: Semua Pihak Harus Hormati Pilihan Rakyat

Saya pun pernah dua kali ikut pemilihan presiden dan kalah. Saya tidak ribut dan ketawa-ketawa saja, itu pilihan rakyat.

Megawati: Semua Pihak Harus Hormati Pilihan Rakyat
Kompas/Angga Putra
Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri, memberikan keterangan pers seusai menggunakan hak pilih di TPS 62, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. 

.

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta semua pihak agar menerima hasil Pemilihan Umum 2019 dengan lapang dada. Sikap tersebut menunjukkan penghormatan terhadap apa pun pilihan rakyat.

Megawati, Rabu (17/4/2019), menggunakan hak pilihnya di TPS 62, RT 010 RW 004, Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan. Megawati tiba di TPS pukul 10.00 dengan didampingi putrinya, Puan Maharani, sejumlah politisi PDI-P, dan empat cucu Megawati. Kedatangan Megawati disambut puluhan warga sekitar.

Mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam, Megawati menanti sekitar 2 menit di barisan kursi terdepan. Nama Megawati langsung disebut petugas TPS untuk mengambil surat suara.

Mega membutuhkan waktu 7 menit untuk mencoblos surat suara presiden dan wakil presiden, anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, dan anggota DPD Jakarta.

Setelah mencoblos, Megawati menyampaikan, setelah kemerdekaan, warga negara memiliki kedaulatan, termasuk hak dan kewajiban. Dalam pesta demokrasi saat ini, warga memiliki hak untuk memilih pemimpinnya.

Pilihan rakyat itu, menurut Megawati, mesti dihormati semua pihak yang berlaga di Pemilu 2019.

”Kita ini sama-sama warga negara Indonesia. Apa pun hasilnya, semua harus riang gembira. Saya pun pernah dua kali ikut pemilihan presiden dan kalah. Saya tidak ribut dan ketawa-ketawa saja, itu pilihan rakyat,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menyampaikan, watak sejati dari demokrasi adalah menempatkan kedaulatan rakyat. Suara rakyat, lanjutnya, merupakan hukum demokrasi yang mesti diterima semua pihak.

”Seluruh elite bangsa harus menerima suara dan kehendak rakyat itu. Jangan sampai ada ancaman kalah pemilu mau melakukan people power,” katanya.

Halaman
12
Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved