Bantul

Jelang Mangayubagyo Hajad Dalem Labuhan di Pantai Parangkusumo

Menurut abdi dalem, labuhan tahun ini lebih alit atau kecil dibandingkan dengan labuhan pada tahun 2018 lalu.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Abdi Dalem tengah bersiap-siap di sekitar cepuri dan Joglo Parangkusumo Jelang Mangayubagyo Hajad Dalem Labuhan di Parangkusumo. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Denting irama gamelan terus mengalun. Sejumlah abdi dalem berjaga dan bersiap-siap di sekitar cepuri dan joglo parangkusumo menjelang Mangayubagyo Hajad Dalem labuhan di pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, Sabtu (05/4/2019) pagi.

Pantauan di lokasi, pukul 09.10 WIB beberapa kesibukan sudah terlihat disekitar joglo dan area cepuri parangkusumo.Beberapa persiapan seperti tenda, kursi dan bendera sudah terpasang.

Dari cepuri Parangkusumo hingga menuju lepad laut pantai Selatan sudah terpasang bendera, dengan posisi berbaris memanjang.

Ada bendera merah putih dan bendera warna hijau kuning dipasang secara berganti-ganti atau selang-seling.

Baca: Ini Sejarah dan Makna Sedekah Laut atau Labuhan Menurut Tradisi Kraton Yogyakarta

Dari informasi yang didapat dari Abdi Dalem yang tengah bersiap di sekitar cepuri, uborampe dan sandangan Sultan dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang akan dilabuh saat ini masih prosesi serah-terima di kantor Kecamatan Kretek.

"Akan di bawa kesini nanti sekitar jam 10.00 WIB. Nanti dilakukan prosesi doa dulu di Joglo dan Cepuri. Kemudian diarak untuk dilabuh," terang dia.

Ada yang berbeda dari labuhan tahun ini.

Menurut abdi dalem, labuhan tahun ini lebih alit atau kecil dibandingkan dengan labuhan pada tahun 2018 lalu.

Pasalnya tahun 2018 merupakan Tahun Dal sehingga Labuhan dilakukan lebih besar.

Baca: Labuhan Samudra Digelar di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu

"Tahun ini labuhan alit, perbedaannya ada pada jumlah ancak yang dibawa," terangnya.

Labuhan sendiri digelar sebagai simbol pembersihan diri dari hal yang dirasa kurang baik.

Pengageman Dalem yang berisi beberapa potongan kuku, rambut serta beberapa lembar pakaian milik Sri Sultan Hamengku Buwono X akan dilabuh, dilarung ke laut selatan.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved