Kulonprogo
Labuhan Samudra Digelar di Kawasan Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu
Agenda upacara dan labuhan samudra digelar di kawasan wisata hutan mangrove Pasir Kadilangu
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Agenda upacara dan labuhan samudra digelar di kawasan wisata hutan mangrove Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Temon, Minggu (13/5/2018).
Sejumlah sesaji berupa aneka buah dan sayur serta hewan ternak dilarung ke laut.
Labuhan ini digelar untuk memperingati hari ulang tahun ke-2 kelompok wisata hutan mangrove Pasir Kadilangu.
Kegiatan diawali upacara tradisional peringatan HUT lalu dilanjut kirab gunungan dan diakhiri dengan labuhan atau melarung sesaji di bibir pantai setempat.

Ada dua buah gunungan yang turut dikirab mengelilingi wikayah pedukuhan tersebut.
Yakni, gunungan lanang berisi buah-buahan dan gunungan wadon berisi sayur mayur.
Baca: Begini Komentar Wisatawan Tentang Labuhan Ageng Merapi Tahun Ini
Kedua buah gunungan itu kantas dilarung di pantai bersama sejumlah ternak seperti ayam, itik, dan angsa yang masing-masing berjumlah dua ekor.
Namun, gunungan maupun hewan ternak yang dilarung itu langsung jadi target perebutan oleh segenap warga yang hadir dalam acara itu, sekejap setelah petugas menghanyutkannya di perairan.
Warga pun tak mengindahkan gelombang yang laut yang cukup tinggi di bibir pantai demi mendapatkan barang-barang tersebut.
Ketua Pengelola Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu, Suparyono mengatakan bahwa kegiatan upacara dan labuhan itu untuk memperingati HUT ke-2 kelompok pengelola wisata itu.
Hal ini sebagai bentuk ingkapan syukur kelompok pengelola wisata atas rezeki yang diraih selama ini.
Baca: Juru Kunci Merapi Berharap Tradisi Labuhan Tetap Lestari
"Labuhan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan karena setahun ini diberi keselamatan dan kesejahteraan yang lebih bagi masyarakat," kata Suparyono.
Selama dua tahun berdirinya, Wisata Hutan Mangrove Pasir Kadilangu telah memiliki 75 spot foto sebagai daya tarik bagi wisatawan.
Tak heran, jumlah kunjungan wisata di temoat tersebut cenderung terus meningkat setiap tahunnya.
"Saat ini angka kunjungan sekitar 10.000 orang per bulan. Baik wisatawan donestik maupun manca," kata dia.
