Yogyakarta

KPU DIY Bersikap Hati-hati dalam Mencoret WNA dari DPT

Pencoretan terhadap DPT yang telah ditetapkan tidak bisa dilakukan serta merta, perlu klarifikasi terlebih dahulu.

KPU DIY Bersikap Hati-hati dalam Mencoret WNA dari DPT
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawetri
Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan 

TRIBUNJOGJA.COM - Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan menyampaikan pihaknya akan mengedepankan prinsip kehati-hatian ketika akan mencoret WNA dari DPT yang telah ditetapkan sejak Desember 2018 lalu

Hamdan menyampaikan jika pencoretan terhadap DPT yang telah ditetapkan tidak bisa dilakukan serta merta, perlu klarifikasi terlebih dahulu.

"Kita tidak sembarangan mencoret orang, harus ekstra hati-hati. Kalau WNA sudah jadi WNI, tentu tidak dicoret karena dia punya hak pilih disini. Tapi kalau dia benar WNA, maka tidak punya hak pilih. Prinsip kehati-hatian yang akan kita jaga, makanya harus klarifikasi dari awal," terangnya pada Tribunjogja.com.

Baca: On Trend: 6 Gaya Mix and Match Koleksi Terbaru Gaudi Clothing

Hamdan menyampaikan jika ditemukan WNA dalam DPT, maka pihaknya sebagai penyelenggara pemilu harus mencari kejelasan terlebih dahulu dan tidak bisa gegabah.

Perlu ada klarifikasi dan verifikasi langsung ke yang bersangkutan.

Pihaknya juga akan meminta KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan pengecekan terlebih dahulu.

"Kalau prosedur kalau ditemukan WNA, ada dalam DPT kita selaku penyelenggara harus tabayun dulu. Harus klarifikasi dan verifikasi ke bawah dulu, apakah benar atau tidak. Kami juga minta teman-teman KPU Kabupaten/Kota untuk menemui yang bersangkutan, melihat e-KTP WNA-nya, kemudian kalau sudah terbukti ya dicoret, kemudian dibuatkan berita acara," ungkapnya.

Baca: Bawaslu Kota Yogya Sisir Potensi WNA dalam DPT

Lebih lanjut, Hamdan menyampaikan jika ketika memang WNA tersebut terbukti masuk dalam pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS), maka akan dicoret dan diberikan keterangan bahwa yang bersangkutan TMS.

Selain itu, nantinya WNA yang masuk TMS tersebut tidak akan mempengaruhi jumlah DPT yang telah ditetapkan.

"Kita tidak akan melakukan pengumuman lagi. Ketika tidak memenuhi syarat lagi, secara komulatif tidak mengurangi DPT yang sudah ditetapkan pada Desember lalu. Kalau terbukti WNA dicoret saja kemudian diberi keterangan dan diberitaacarakan. Ini persis seperti DPT seperti orang meninggal paska penetapan DPT, jadi TMS," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved