Pendidikan

Dikpora Salurkan Lulusan SMK ke Perusahaan Internasional

Dikpora DIY melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan skala nasional dan internasional untuk menyalurkan lulusan sekolah menengah kejuruan.

Dikpora Salurkan Lulusan SMK ke Perusahaan Internasional
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan skala nasional dan internasional untuk menyalurkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Dikpora mengklaim serapan tenaga kerja di tahun pertama setelah lulus SMK mencapai 63 persen.

Kepala Disdikpora DIY, Baskara Aji menjelaskan, kerjasama dengan perusahaan skala nasional dan internasional ini adalah dalam rangka menyalurkan tenaga kerja lulusan SMK di DIY.

Pihaknya pun menerapkan program kelas berbagai perusahaan.

“Jadi ada beberapa kelas sesuai dengan jurusan SMK ini. Misalnya ada kelas retail yang menggandeng waralaba nasional dan otomtif yang menggandeng perusahaan internasional,” ujar Aji, Senin (18/2/2019).

Aji menjelaskan, beberapa kelas yang merupakan kerjasama pihak Disdikpora dengan perusahaan di antaranya menjadi kelas Transmart, Alfamart (retail), Komatsu (Alat Berat), Suzuki, Daihatsu (otomotif).

Baca: Disdik Kota Yogya Wacanakan Penambahan Kuota Jalur Prestasi

Baca: PSPTM UKDW Dorong Masyarakat Desa Kembangkan Produk Lokal

Mekanismenya perusahaan tersebut memberikan materi pada siswa SMK.

“Misalnya ada SMK jurusan pemasaran, ekonomi, dan binis manajemen bisa belajar mengenai pemasaran dengan perusahaan retail,” urainya.

Sementara itu, untuk jurusan otomotif bisa belajar bersama perusahaan otomotif atau alat berat. Pihak perusahaan bisa menjadi guru tamu dan untuk praktek bisa menggunakan alat-alat masing-masing perusahaan
tersebut.

”Misalnya, sebuah sekolah dibantu mesin-mesin Daihatsu atau Suzuki untuk prakteknya,” urainya.

Penerapan kerjasama dengan perusahaan ini sudah berlangsung selama 4 tahun lalu. Saat ini pun, sebut Aji, sudah banyak sekolah yang menerapkan model kerjasama ini.

“Bahkan, serapan tenaga kerja di tahun pertama lulus yang sebelumnya mencapai 50 persen sekarang bisa
62 hingga 63 persen,” tukasnya. (tribunjogja)

Penulis: ais
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved