Pendidikan

PSPTM UKDW Dorong Masyarakat Desa Kembangkan Produk Lokal

PSPTM UKDW memfasilitasi studi banding ke Pasar Papringan dan sarasehan di Desa Kandangan, Temanggung.

PSPTM UKDW Dorong Masyarakat Desa Kembangkan Produk Lokal
istimewa
Studi banding yang dilakukan oleh PSPTM Fakultas Bisnis UKDW, Minggu (17/2/2019) di Desa Kandangan, Temanggung. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEMANGGUNG - Pusat Studi Pembangunan dan Transformasi Masyarakat (PSPTM) Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) memfasilitasi studi banding ke Pasar Papringan dan sarasehan yang digelar pada Minggu (17/2/2019) kemarin di Desa Kandangan, Temanggung.

Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah akademisi, aparat pemerintahan desa Kecamatan Samigaluh, Kepala Desa Kebonarjo, Kepala Desa Sidoharjo, Kepala Desa Pagerharjo dan kepala dukuh dari masing-masing desa bersama dengan wakil-wakil dari kelompok masyarakat, sebagai anggota dari Koperasi Griya Jati Rasa.

Investigator Program Samigaluh Tanggap Globalisasi, Farsijana Adeney Risakotta mengatakan, diadakannya kunjungan ini sebagai bentuk persiapan warga masyarakat, pihak swasta dan juga pemerintah setempat dalam menghadapi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) dan Bedah Menoreh.

Baca: Palette: Tips Memakai Maskara untuk Pemula

"Fasilitator yang kami hadirkan merupakan mereka yang telah lama bergelut di bidang pemberdayaan masyarakat desa, harapan kami masyarakat bisa menangkap peluang dari kehadiran NYIA serta Bedah Menoreh," katanya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Nama-nama seperti Singgih Susilo Kartono penemu sepeda bambu "Spedagi" dan Imam dari Komunitas Mata Air di Desa Ngadi Mulya didatangkan, dengan harapan menjadi inspirasi kepada masyarakat di Kulon Progo untuk siap menghadapi globalisasi yang sedang terjadi melalui pendirian NYIA.

"Melalui studi banding ini kami ingin memberdayakan potensi lokal yang ramah lingkungan, yang bisa mendorong dan menggerakkan ekonomi lokal dan sekaligus menjaga keberlangsungan kewirausahaan berbasisi kebijakan lokal," tambahnya.

Baca: Kuliner Unik Pasar Papringan Temanggung, Wedang Pring Hingga Ndas Borok

Selain itu, diharapkan pula para anggota Koperasi Griya Jati Rasa untuk menambah pengetahuan dalam pengelolaan terpadu produk guna meningkatkan nilai tambah bagi warga maupun usaha bersama di tingkat desa, serta mendorong adanya pembuatan produk ekonomi berbahan daur ulang.

"Kami juga ingin agar ada fasilitas akses dari kelompok desa di Kecamatan Samigaluh, wilayah kabupaten Kulon Progo maupun di lingkungan DI.Yogyakarta untuk bisa bekerja sama membangun produk unggulan setempat yang menjadi ciri khas warga dan pengembangan jalur wisata," pungkasnya. (*)

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved