Yogyakarta

Wakil Ketua MTI: Tidak Ada Pembatasan Jam Kerja Pengemudi Ojek Online di RPM

Pihaknya pun menodorng penyedia aplikasi untuk ikut mengontrol jam operasional drivernya.

Wakil Ketua MTI: Tidak Ada Pembatasan Jam Kerja Pengemudi Ojek Online di RPM
ist
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno membantah adanya pembatasan jam operasional driver ojek online dalam Rancangan Peraturan Menteri (RPM).

Ia mengungkapkan RPM mengatur keselamatan, biaya jasa, mitra, dan suspen.

"Kalau dalam RPM tidak ada keterangan batasan 8 jam. Kebetulan kami juga ikut dalam membahas RPM itu. Kalau motor itu ngangut barang, itu nggak apa-apa, boleh. Kalau barangnya jatuh kan juga tidak apa-apa. Nah kalau ngangut orang, orangnya jatuh, nah ini yang kemudian dipikirkan oleh pemerintah," ungkapnya saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (11/2/2019).

"Pemerintah itu memikirkan keselamatan, makanya dibuat peraturan agar baik pengendara dan penumpangnya selamat," sambungnya.

Baca: Ini Kata Para Pengemudi Ojek Online Tentang RPM Perhubungan

Terkait dengan waktu 8 jam, ia menjelaskan jam operasional tersebut termuat dalam UU LLAJ.

Dalam aturan tersebut, untuk angkutan umum, jam operasional 8 jam, setiap 4 jam harus istirahat selama 30 menit.

Menurutnya aturan jam operasional tersebut perlu dipatuhi.

Hal tersebut karena berkaitan dengan kondisi fisik pengendara tersebut.

"Kalau naik motor dua jam aja kan udah pegel-pegel to, makanya istirahat itu perlu. Kalau nanti misal terjadi sesuatu karena ngantuk, lelah, itu kan kesalahan dari pengendara sendiri," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved