Yogyakarta

Ini Kata Para Pengemudi Ojek Online Tentang RPM Perhubungan

Mayoritas para driver ojek online bekerja berdasarkan semangat self employment tanpa merasa terikat seperti kerja formal yang berlaku

Ini Kata Para Pengemudi Ojek Online Tentang RPM Perhubungan
ist
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat ditolak oleh sekumpulan driver ojek online yang tergabung dalam Paguyuban Gojek Driver Jogjakarta (Pagodja).

"Itu ya susah sekali kalau jadi diterapkan. Kita jelas ndak setuju, karena kita sebagai driver ojek online kan tidak terbatas waktu kerjanya, kapan saja order datang ya berangkat. Kayak karyawan kantoran saja pakai delapan jam kerja," cetus Sekjen Pagodja, Wibi Asmara saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Wibi mengungkapkan, mayoritas para driver ojek online bekerja berdasarkan semangat self employment tanpa merasa terikat seperti kerja formal yang berlaku, meskipun ada manajemen yang berada diatas mereka.

"Lagipula kita kan cuman sebatas mitra bukan relasi karyawan, jadi menurut kita ini pengekangan dalam dunia kerja," tambah dia.

Baca: Ketika Sarjana Ekonomi Jadi Pengemudi Ojek Online, dan Kini Maju Caleg. . .

Belum lagi, wacana pembatasan jam kerja tersebut dianggapnya bakal mengurangi pendapatan para driver yang terbiasa dalam mengejar target bonus.

Padahal, lanjut dia, dalam mengangkut penumpang target bonus merupakan hal yang paling dicari oleh kebanyakan pengemudi untuk menambah pundi-pundi pendapatan.

Dengan semakin menjamurnya para pengemudi baru ditambah dengan pembatasan jam kerja, menurut Wibi target bonus yang dicanangkan perusahaan hanya akan jadi mimpi belaka.

"Kalau teman-teman yang punya akun bagus aja sampai lewat delapan jam baru bisa dapat bonus karena saking banyaknya saingan, kan kita jadi ga tahu kalau sempat peraturan itu jadi diterapkan kedepannya bagaimana," imbuhnya.

Namun demikian, jika menilik dari tujuan yang diklaim Kemenhub sebagai keselamatan pengendara motor dan kepentingan masyarakat, Wibi secara pribadi tak menampik hal itu sangat berguna.

Baca: Pakai GPS Ditilang, Dilema bagi Ojek Online dan Petugas Lapangan

Ia menyampaikan, sebagai apapun pekerjaan tetap mesti ada pembatasan yang wajar dan normal demi keselamatan pribadi pekerja.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved