Berita Kriminal

Curi Puluhan Batik, Pemuda Asal Banyuwangi Digelandang ke Kantor Polisi

Saat didatangi kos tersangka, polisi menemukan 24 pakaian, 12 diantaranya pakaian laki-laki, dan sisanya perempuan.

Curi Puluhan Batik, Pemuda Asal Banyuwangi Digelandang ke Kantor Polisi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran Polsek Kraton, Yogyakarta mengamankan seorang pemuda asal Banyuwangi.

Bukan tanpa alasan, Wilyadi (24) ditangkap polisi karena melakukan pencurian di tempatnya bekerja.

Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti melalui Panit I Reskrim Polsek Kraton, Budi Susanto mengatakan Wilyadi baru sekitar 2 bulan tinggal di Yogyakarta.

Kedatangannya ke Yogyakarta karena mendapat pekerjaan di sebuah toko batik.

Baca: Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor Masih Didominasi Keteledoran Pemilik

"Jadi tersangka itu warga Banyuwangi, di Jogja juga baru dua bulan. Dia mendapat pekerjaan di toko batik, baru mulai kerja tanggal 24 Desember 2018, ya belum ada satu bulan kerja," katanya saat ditemui di Polsek Kraton, Senin (14/1/2019).

Budi menjelaskan, tersangka melakukan pencurian berkali-kali.

Selain mencuri pakaian batik, tersangka juga mencuri cincin batu akik, dan juga berbagai aksesoris perempuan.

Jika ditotal,kerugian yang dialami korban mencapai Rp 13 juta.

"Awalnya itu, korban merasa persediaan batik semakin berkurang. Terus korban cerita ke warga, curhat begitu. Lalu sama warga disarankan untuk mengecek ke kosan tersangka," jelasnya.

Baca: Takuti Warga, Pencuri yang Hanya Mengenakan Celana Dalam Ini Berjongkok Tirukan Gaya Babi Ngepet

"Jadi tersangka itu mencuri berkali-kali, sejak Desember. Terakhir mencuri itu tanggal 6 Januari kemarin. Setiap pulang kerja tersangka membawa barang," sambungnya.

Saat didatangi kos tersangka, polisi menemukan 24 pakaian, 12 diantaranya pakaian laki-laki, dan sisanya perempuan.

Menurut pengakuan tersangka, barang-barang tersebut akan dipakai sendiri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka harus menikmatii dinginnya dinding penjara untuk waktu yang lama.

Tersangka disangkakan pasal 363 KUHP tentangg pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved