Sleman

Pemkab Sleman Terapkan Smartcity untuk Informasi yang Komprehensif

Pemkab Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman menggelar Evaluasi Implementasi Program Smartcity

Pemkab Sleman Terapkan Smartcity untuk Informasi yang Komprehensif
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Sleman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman menggelar Evaluasi Implementasi Program Smartcity, Kamis (12/6/2018).

Kegiatan yang berlangsung di Smartroom Dinas Kominfo Sleman ini diisi dua narasumber yakni Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Sleman dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, yang masing-masing telah berkontribusi dalam implementasi smartcity.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, yang menyatakan pihaknya telah menjalankan program smartcity di hampir semua lini kebijakan, baik dari segi kearsipan maupun perpustakaan.

Dalam bidang smart governance, ia mencontohkan bahwa pihaknya telah melakukan pengembangan untuk sistem kearsipan melalui aplikasi Simarda, alih media arsip, Sistem Informasi Kearsipan Nasional, dan Sistem Informasi Kearsipan Statis.

Sedangkan dari sisi pelayanan mereka juga tengah mengembangkan beberapa pelayanan, satu di antaranya adalah Genta Siaga.

Baca: Aneka Menu Unik di Bakso Granatz Pedaz Sleman, Mulai Bakso Jomblo Hingga Mie Ayam Gagal Move On

Sementara di bidang perpustakaan, pihaknya juga telah mengupayakan perpustakaan berbasis IT melalui Online Public Access Catalog (OPAC), e-book Sleman, Sleman One Search, dan Layanan Sirkulasi Mandiri.

"Targetnya pada tahun 2019 seluruh perangkat daerah di Sleman telah mengimplementasikan Simarda. Adapun tahun ini, Simarda telah diimplementasikan ke tujuh perangkat dearah untuk dijadikan pilot project," ungkapnya.

Sementara dari sisi pelayanan kearsipan, program Genta Siaga atau Gerakan Cinta Arsip Keluarga telah disusun untuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Sleman dalam mengelola arsip-arsip pribadi keluarga agar tersimpan dengan baik.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, pengembangan sistem berupa aplikasi juga tengah dijalankan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.

Baca: Pria Asal Sleman Ubah Limbah Kayu Jadi Mebel Kualitas Ekspor

Joko Supriyanto, Kepala BPBD Sleman, mengatakan pihaknya tengah mengembangkan aplikasi sistem kebencanaan atau yang disebut Sleman Disaster Information System.

"Ini baru dirancang. Dengan aplikasi ini, nantinya masyarakat bisa tahu jarak mereka dengan puncak Merapi dan jarak itu termasuk aman atau tidak nanti akan ada notifikasinya," paparnya.

Selain dapat diakses masyarakat, aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman.

Jika terjadi bencana, anggota TRC dapat langsung menuju lokasi dengan mengacu pada petas yang ada di aplikasi.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved