Kota Yogya

Hanya 3 CPNS untuk 1 Formasi yang Lanjut ke SKB

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi CPNS di lingkungan Pemkot Yogyakarta telah berakhir kemarin, Kamis (8/11/2018).

Hanya 3 CPNS untuk 1 Formasi yang Lanjut ke SKB
Ist
Tes CPNS 2018 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi CPNS di lingkungan Pemkot Yogyakarta telah berakhir kemarin, Kamis (8/11/2018).

Kabid Pengembangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogyakarta, Ary Irawan menjelaskan bahwa selanjutnya mereka yang telah lolos SKD akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

"Namun tidak semua yang lolos passing grade akan meneruskan ke SKB. Hanya tiga orang dengan nilai tertinggi untuk masing-masing formasi yang lanjut ke SKB. Tapi misal hanya ada dua orang yang lulus, maka hanya dua yang maju SKB. Kami tidak mengambil yang di bawah passing grade," bebernya, Kamis (8/11/2018).

Baca: Contoh Soal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), Cek Disini untuk Lihat Jadwal SKB CPNS Kemenkumham

Ary menuturkan bahwa hingga Kamis siang pihaknya masih melakukan rekapitulasi jumlah CPNS yang akan maju ke SKB. Untuk diketahui bersama, total passing grade yang harus dicapai peserta CPNS adalah 298 yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan passing grade 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) dengan passing grade 80, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan passing grade 143.

"Selain harus di atas total passing grade, untuk ketiga kompetensi dasar tersebut nilainya juga harus di atas passing grade untuk bisa dinyatakan lolos SKD," bebernya.

Sementara itu, Ary menjelaskan dari 6.660 peserta yang mengikuti SKD, banyak yang tidak hadir dalam tes tersebut.

Ia menuturkan bahwa setiap sesi rata-rata terdapat lebih dari 10 orang yang tidak hadir dalam SKD.

"Di sesi terakhir ini 137 orang yang tidak hadir 10 orang. Kalau tidak hadir berarti sama dengan tidak ikut ujian otomatis gugur," ujarnya.

Baca: Peserta Lolos Jauh dari Kuota Penerimaan CPNS, Pemkab Magelang Minta Solusi dari Pusat

Jalannya SKD, diakui Ary berjalan lancar dan tanpa ada masalah berarti.

Hanya ada satu dua peserta yang mengalami masalah.

Mulai dari tidak membawa identitas diri hingga merasa tidak enak badan sesuai mengikuti SKD.

"Ada yang tertinggal KTP-nya. Akhirnya harus nunggu diantarkan oleh keluarganya dan masih keburu untuk ujian. Lalu ada juga yang merasakan kram perut saat selesai ujian," tandasnya.

Terkait jadwal yang menyangkut waktu dan tempat pelaksanaan SKB, Ary menegaskan bahwa pihaknya menunggu keputusan dari Kemenpan RB.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved