Gunungkidul

Aksi Mogok Mengajar GTT Berlanjut, Disdikpora Gunungkidul Segera Surati Pemerintah Pusat

Disdikpora Gunungkidul segera surati pemerintah pusat untuk mengakomodasi aspirasi Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap di Gunungkidul.

Aksi Mogok Mengajar GTT Berlanjut, Disdikpora Gunungkidul Segera Surati Pemerintah Pusat
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid segera surati pemerintah pusat untuk mengakomodasi aspirasi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Gunungkidul.

"Kami Pemerintah daerah, serta dinas pendidikan telah memahami pesan yang yang disampaikan oleh GTT dan PTT, intinya mereka menginginkan perubahan regulasi CPNS, pesan sudah tertangkap kami mencoba untuk meneruskan ke pemerintah pusat dengan cara mengirim surat," ujar Bahron pada Tribunjogja.com.

Baca: SD di Gunungkidul Terdampak Aksi GTT Mogok Mengajar

Disinggung mengenai untuk menyediakan guru bantu pihaknya mengatakan jika diberlakukan maka dapat menimbulkan masalah baru.

"Jika kami menambah guru bantu ke sekolah-sekolah yang GTT ikut aksi izin, malah menambah permasalahan soalnya bagaimana nanti kontrak kerjanya, masa iya hanya dikontrak selama 3 hari," katanya.

Untuk itu dirinya menghimbau kepada GTT dan PTT untuk segera kembali ke sekolah masing-masing, agar tidak ada yang dirugikan.

"Kasihan anak didiknya tidak ada yang mengajar, jadi saya menghimbau agar segera kembali ke sekolah masing-masing," ujarnya.

Bahron mnuturkan bahwa GTT dan PTT diangkat oleh sekolah-sekolah yang membutuhkan, dan saat penandatanganan kontrak kerja ada beberapa poin yang harus disetujui oleh calon GTT, yaitu tidak boleh menuntut pengangkatan sebagai PNS.

Sementara itu ketua Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Aris Wijayanto mengatakan saat ini pihaknya sudah dipanggil oleh Dsdikpora, terkait izin tidak mengajar.

Baca: GTT di Gunungkidul Gelar Aksi Tidak Mengajar, SDN Semanu Terpaksa Gabungkan Dua Kelas Jadi Satu

"Aspirasi kita sudah tersampaikan, dan didukung penuh oleh pemda dalam hal ini Disdikpora Gunungkidul, untuk itu besok kita siap masuk kembali seperti biasa," terangnya.

Terpisah satu diantara GTT Totok Dwi menuturkan saat ini dirinya masih menunggu hasil rapat antara FHSN dengan disdikpora Kabupaten Gunungkidul.

"Besok masuk atau tidaknya masih menunggu hasil dari rapat yang hari ini diselenggarakan oleh FHSN dengan Disdikpora Gunungkidul," ujarnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved