Sleman

Satpol PP Sleman Ajak Masyarakat Proaktif Perangi Sampah Visual

Satpol PP Ajak Masyarakat Proaktif Perangi Sampah Visual yang Banyak Dipasang di Fasilitas Umum.

Satpol PP Sleman Ajak Masyarakat Proaktif Perangi Sampah Visual
Tribun Jogja/ Pradito Rida Pertana
Sampah visual berupa brosur yang masih menghiasi beberapa lampu apill di Kabupaten Sleman, khusunya Jalan Kaliurang dan simpang empat Bulaksumur, Sleman, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tempelan brosur berisi tulisan telat bulan, telat haid, bimbingan skripsi atau memperpanjang alat kelamin pria masih menghiasi sebagian lampu apill di Kabupaten Sleman, khususnya di Jalan Kaliurang.

Bahkan, selain berisi tulisan-tulisan tersebut dicantumkan pula nomor telepon guna memudahkan sebagian masyarakat yang tertarik dengan iklan tersebut.

Pantauan Tribun Jogja, dari simpang tiga Jalan Kaliurang, Ngaglik hingga simpang empat Bulaksumur, tepatnya dekat Hutan UGM masih banyak ditemukan brosur yang ditempelkan di tiang lampu apill.

Selain itu, beberapa brosur berisi tulisan yang sama namun dengan nomor telepon yang berbeda. Tentu saja tempelan brosur tersebut terkesan mengotori lampu apill dan menimbulkan kesan kumuh.

Berkenaan dengan hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman mengaku telah kerap melakukan penertiban terkait pemasangan iklan yang tidak sesuai tempat.

Baca: Laju Pertumbuhan Volume Kubah Merapi Alami Penurunan

Kendati demikian, guna mewujudkan Sleman yang bersih dari sampah visual diperlukan peran serta masyarakat.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Hery Sutopo mengatakan, bahwa brosur yang ditempelkan di lampu apill melanggar izin dan masuk dalam enam titik yang tidak boleh dilakukan pemasangan reklame atau brosur tersebut.

Titik yang tidak boleh dipasangi reklame tidak berizin seperti di tiang listrik, tiang telepon, pohon, rambu-rambu lalu lintas, tiang-tiang di jalan umum dan pemasangan spanduk yang melintang di tengah jalan dengan dikaitkan antar tiang.

"Tidak boleh itu (Nempel brosur di lampu apill), kan tidak ada izinnya itu. Selain itu dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan di Sleman. Kami juga sudah sering menertibkan sampah visual secara berkala," katanya, Selasa (9/10). (tribunjogja)

Penulis: rid
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved