Aktifitas Gunung Merapi

Laju Pertumbuhan Volume Kubah Merapi Alami Penurunan

Laju Pertumbuhan Volume Kubah Merapi Tiga Pekan Terakhir Alami Penurunan

Laju Pertumbuhan Volume Kubah Merapi Alami Penurunan
Tribun Jogja/ Setya Krisna Sumarga
Penampakan visual kubah lava baru Gunung Merapi dari Dusun Balerante, Kemalang, Klaten, Jateng, Selasa (9/10/2018). Gundukan hitam di puncak terlihat jelas saat cuaca cerah. Asap cukup tebal mengepul di celah bukaan kawah sektor tenggara. 

TRIBUNJOGJA.COM - Laju pertumbuhan volume kubah lava baru di Gunung Merapi mengalami menurun dalam 3 pekan terakhir.

Saat ini, dalam setiap harinya pertumbuhan volume kubah lava baru tersebut tidak sampai 1000 meter kubik.

Agus Budi Santoso selaku Kasi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mengatakan sejak 5 Oktober 2018, volume kubah lava baru mencapai 136 ribu meter kubik, dengan pertumbuhan tidak sampai 1000 meter kubik di setiap harinya.

"Laju pertumbuhan kubah lava tiga minggu ini memang rendah sekali. Maksimal 1000 meter kubik setiap harinya. Dulu sempat 4600 meter kubik dalam sehari, itu memang tidak konstan," ungkapnya.

Agus mengatakan, BPPTKG memiliki dua skenario yang bisa terjadi ketika muncul kubah.

Baca: Yuk, Lihat Gundukan Kubah Lava Baru Gunung Merapi dari Dusun Balerante

Pertama, lava akan terus tumbuh dengan kecepatan signifikan, dan tidak stabil. Hal tersebut menyebabkan longsor dan terjadi awan panas.

Kedua, lava akan berhenti, yang mana hal tersebut bisa dilihat dengan perkembangan lava yang rendah, cenderung tetap atau berhenti

Melihat laju lava dalam 3 minggu terakhir, yang menunjukkan perkembangan yang rendah. Bisa dimungkinkan akan mengarah kepada skenario yang kedua.

Akan tetapi, BPPTKG belum bisa memastikan dan masih perlu waktu untuk menentukan langkah berikutnya.

"Memang dalam 3 minggu terakhir lajunya rendah, namun kita belum bisa menentukan apakah benar akan mengikuti skenario yang kedua. Kita masih perlu waktu, karena memang gempa yang berasal dari dalam masih terjadi," ungkapnya.

Agus mengatakan, jika nantinya seismograf tidak menunjukkan tekanan yang tinggi, begitu pula tidak adanya pertumbuhan kubah maka akan menunjukan skenario yang kedua. (tribunjogja)


 

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help