Yogyakarta
Pembangunan Jalur Kereta Bandara NYIA Kulonprogo Masih Terkendala Masalah Pembebasan Lahan
Dia menargetkan, pengerjaan jalur dan juga operasional kereta api ini bisa seiring sejalan dengan yang dilakukan PT Angkasa Pura I
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Persoalan lahan untuk jalur kereta api hingga saat ini masih menjadi persoalan bagi PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk mempercepat jalur kereta menuju bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Namun, jika persoalan sudah selesai, pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Kedundang, Temon, Kulonprogo ke bandara akan cepat selesai.
Baca: Kajian Jalur Kereta Api Bandara NYIA dan Tol Semarang Yogya
“Persoalan memang di lahan. Namun, tidak lama lagi atau kurang dari setahun jalur sudah jadi. Saat ini jalurnya sudah diproses dan cepat karena tidak jauh,” kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro di bangsal Kepatihan, Senin (10/9/2018).
Satu di antara hal yang membuat jalur ini akan cepat dibangun adalah karena tidak dibuat jalur layang (elevated) namun berada di tanah (landed).
Edi menjelaskan, untuk penyediaan kereta api pun tidak ada masalah.
Dia menargetkan, pengerjaan jalur dan juga operasional kereta api ini bisa seiring sejalan dengan yang dilakukan PT Angkasa Pura I dalam menyelesaikan bandara.
“Kami menyediakan sarana dan operasionalnya, nanti tersambung juga dengan airport Adi Sumarmo, Solo,” jelasnya.
Edi menjelaskan, koneksitas antara bandara satu dengan yang lainnya ini bisa menjadi hal yang ideal untuk menunjang angkutan massal.
Namun, saat ini untuk jalur dari bandara NYIA menuju bandara Adi Sumarmo masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan.
“Kalau kereta apinya sudah siap, untuk jalurnya mungkin tahun depan dan masih menunggu penyelesaian tanah dari departemen,” jelasnya.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan, hingga kini pihaknya masih belum mengetahui apakah jalur kereta api ini akan dibuat di bawah atau di atas dengan jembatan.
Baca: Bandara Baru Picu Peningkatan Beban Jalan di Kulonprogo
Jika di bawah, maka akan ada pembebasan lahan.
Kalau dibuat jalur di atas, ada pembebasan tanah hanya di sekitar tiang pancang. Namun, jauh lebih mahal.
“Saya belum tahu (tahun depan selesai atau tidak). Hanya itu saja pilihannya lewat bawah atau atas, “ jelasnya.
Sultan dalam sambutannya berharap jaringan rel kereta api di DIY bisa menjadi koneksi antara destinasi wisata, kluster kerajinan, dan tranpsortasi.
Dia pun berharap adanya koneksi ini akan lebih memajukan DIY. (*)