Pendidikan

Mahasiswa UGM Berdayakan Peternak Lewat Rumah Cacing

Pemilihan cacing tanah menurutnya dikarenakan hewan ini memiliki kandungan protein yang tinggi sekitar 72% - 84,5%.

Mahasiswa UGM Berdayakan Peternak Lewat Rumah Cacing
istimewa
Mahasiswa UGM Berdayakan Peternak Lewat Rumah Cacing 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekelompok mahasiwa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan UGM membuat rumah cacing sebagai tempat untuk pembuatan pupuk kompos dan produksi cacing tanah (Lumbricus rubellus) dengan menggunakan media kotoran sapi.

Hasil dari produksi cacing akan dijual ke pabrik kosmetik dan pabrik pakan ternak yang digunakan untuk meningkatkan perekonomian peternak di Desa Palem Madu, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY.

Baca: Kisah Anak Penjual Sandal dari Bali Diterima Kuliah di UGM

Kegiatan PKM Pengabdian Kepada Masyarakat UGM ini dilakukan oleh Irfana Dewi Anggraini dan Hadimas Bakti Pratama dari Fakultas Kedokteran hewan serta Boby Nuryulianto,  Candra Yuliono T, dan Rivol Apriono Saputra dari Fakultas Peternakan.

Di bawah bimbingan dosen FKH UGM Dr Woro Danur Wendo ini, mahasiswa memanfaatkan limbah feses sapi menjadi produk yang menghasilkan bagi masyarakat disamping membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Pelem Madu serta melestarikan lingkungan dengan pengolahan limbah feses sehingga memiliki nilai jual.

Dewi Anggraini menuturkan limbah feses merupakan masalah serius yang banyak dialami oleh peternak di Desa Pelem madu bahkan di kalangan masyarakat peternak lainnya.

Padahal limbah yang tidak dilakukan pengolahan akan berdampak negatif pada lingkungan sehingga mengganggu kesehatan masyarakat maupun ternak lainnya yang diantaranya dapat menjadi vektor penyakit.

Baca: Dekan SV UGM Berharap Program Link and Match dengan Panasonic Tak Hanya Sebatas Jargon

“Peningkatan tingkat polusi udara yang ditimbulkan dari feses berupa bau dan gas metan yang jika jumlahnya di udara berlebihan akan menyebabkan pemanasan global,” paparnya.

Mereka memiliki ide untuk memanfaatkan limbah feses sebagai media untuk menghasilkan pupuk cacing kompos dan cacing tanag dengan membuat rumah bagi habitat cacing.  

Pemilihan cacing tanah menurutnya dikarenakan hewan ini memiliki kandungan protein yang tinggi sekitar 72% - 84,5%.

“Protein cacing tanah mengandung 20 asam amino. Kandungan protein yang tinggi dari biomassa cacing tanah berpotensi dikembangkan sebagai bahan pakan ternak sumber protein agar pertumbuhan ternak semakin cepat,” katanya melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com, Sabtu (14/7/2018).

Halaman
123
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help