Kota Jogja

Kembangkan Kauman Sebagai Kawasan Berbasis Potensi

Sebagai kota budaya, Yogyakarta menyimpan berbagai potensi heritage yang sangat menarik untuk dilestarikan dan dikembangkan.

Kembangkan Kauman Sebagai Kawasan Berbasis Potensi
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
mahasiswa arsitektur UII, NUS dan MA saat mengikuti program Architectural Conservation Field School 

Laporan Reporter Tribun Jogja Noristera Pawestri

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebagai kota budaya, Yogyakarta menyimpan berbagai potensi heritage yang sangat menarik untuk dilestarikan dan dikembangkan.

Satu di antaranya adalah Kawasan Kauman yang berada di sebelah barat Alun-alun Utara Yogyakarta.

Kawasan ini berada di pusat kota Yogyakarta dengan dikelilingi berbagai destinasi wisata menarik di sekitarnya.

Untuk itu, jurusan Arsitektur Ull menggandeng Jurusan Arsitektur National University of Singapore (NUS) dan University Malaya Malaysia (UM) menyelenggarakan Kauman UM-NUS-UJI Architectural Conservation Field School pada Selasa (10/7/2018).

Baca: Ratusan Warga Berebut Berkah Gunungan di Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta

Kegiatan yang berlangsung hingga 2 Agustus mendatang ini bertempat di Pendopo Dalem Pengulon.

Ketua Panitia Field School, Arif Budi Solihah menuturkan, kegiatan ini diharapkan mampu mengungkap aset-aset budaya yang ada di Kawasan Kauman yang merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi.

"Masa lalu, kondisi masa kini, dan bagaimana masa depan Kauman nantinya akan dibahas banyak pada program Field School ini," ujar Arif.

Selain itu diharapkan juga, hasil dari acara ini, Design Guidelines Kawasan dan Infill Design yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah.

Baca: Malam Ini, Gema Takbir Jogja di Masjid Gedhe Kauman

"Sehingga nantinya mampu mengembangkan Kauman di masa yang akan datang berbasis potensi kawasan di dalamnya," lanjut dia.

Ia menambahkan, pada 1 Agustus 2018 nanti, hasil dari kegiatan ini akan dipamerkan untuk umum.

"Nanti pada 9 Agustus mendatang, pameran akan diboyong ke NUS Tun Tan Cheng Lock Research Centre di Malaka Malaysia," terang dia.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved