Begini Kata Sosiolog Kriminalitas UGM tentang Aparat yang Terjerat Narkoba

Perlu dilibatkan pengawasan eksternal yang bisa melibatkan wakil dari akademisi atau perguruan tinggi dan LSM.

Begini Kata Sosiolog Kriminalitas UGM tentang Aparat yang Terjerat Narkoba
Dok Pri
Drs Soeprapto SU, Sosiolog Kriminalitas UGM 

Laporan Reporter Tribun Jogja Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus oknum petugas kepolisian atau petugas lapas yang justru menjadi pelaku penyalahgunaan narkoba merupakan buah dari adanya potensi penasaran dan ingin coba coba terhadap barang bukti sebagai barang sitaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Drs Soeprapto SU, Sosiolog Kriminalitas UGM, Senin (8/1/2018).

"Lantaran sifat narkoba ini adiktif sehingga secara tak sadar jadi pengguna. Barang bukti sitaan ini seringkali dihancurkan, namun apakah semua dihancurkan agar tidak berpotensi menjadi objek coba coba ini yang perlu transparan," katanya.

Untuk mencegah penyalahgunaan barang bukti sitaan ini, lanjutnya, perlu dilibatkan pengawasan eksternal yang bisa melibatkan wakil dari akademisi atau perguruan tinggi dan LSM.

Baca: Sebut Kasus Narkoba yang Menimpa Jennifer Dunn Musibah, Ini Kata Pengacaranya

"Memang bila dipresentase masih kecil oknum petugas kepolisian maupun petugas dari lembaga yang bersangkutan menyalahgunakan narkoba, tapi potensi itu masih saja ada," imbuhnya.

Soeprapto menggambarkan, ibarat peribahasa bermain api letup, bermain air basah.

Perlu menjadi kewaspadaan terutama profesi yang bisa memiliki potensi terkontaminasi, seperti pihak berwajib, dokter saraf ataupun pengajar di sekolah berkebutuhan khusus.

"Ini juga berlaku bagi polisi dan petugas lapas. Agar tidak teresonansi perilaku penyalahgunaan narkoba. Perlu dilakukan pengawasan. Supaya kasus seperti ini tidak terulang dan dapat dicegah maka sekali lagi diperlukan pengawasan eksternal. Seperti halnya saat mengadakan tilang bersama petugas gabungan, bisa meminimalisir potensi suap oleh pelanggar lalu lintas," katanya.

Halaman
12
Penulis: yud
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved