TribunJogja/

Pemkot Yogya Optimalkan Pemilahan Sampah

Pemilahan sampah untuk mengurangi emisi sampah yang dihasilkan penduduk yang beraktivitas di Kota Yogyakarta.

Pemkot Yogya Optimalkan Pemilahan Sampah
Tribun Jogja/ Pradito Rida Pertana
Tumpukan sampah di sebuah jalan yang berada di timur kawasan Malioboro, Senin (1/1/2018) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta berusaha mengoptimalkan peluang pengolahan pupuk kompos dari sampah organik yang dihasilkan warga kota Yogyakarta.

Selain itu, pemilahan sampah organik dan non organik juga terus dimaksimalkan.

Langkah ini sebagai upaya mengurangi emisi sampah yang dihasilkan penduduk yang beraktivitas di Kota Yogyakarta yang rata-rata dalam sehari menghasilkan sekitar 220 ton sampah baik organik dan non organik.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Udi Santosa pada Tribunjogja.com, Rabu (3/1/2018).

Udi menuturkan, sekitar 60 hingga 70 persen sampah harian adalah sampah organik.

Sampah tersebut sebagian berasal dari rumah tangga yang bisa diolah menjadi kompos.

Sementara ini, pengelolaan kompos yang berada di Nitikan sudah dimaksimalkan perhari bisa menghasilkan 10 ton dari bahan sampah diperkirakan sekitar dua kali lipat hasil komposnya.

"Bahan baku sementara pangkasan dari pohon, pemilahan sampah akan kita berdayakan, karena kita keterbatasan lahan, jadi sementara pengolahan yang ada kita maksimalkan. Ini baru persiapan untuk yang Karangmiri," terang Udi.

Lanjut Udi, kompos yang dihasilkan dari pengeolahan sampah tersebut akan dibagikan secara cuma cuma kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk digunakan untuk pupuk taman kota.

"Untuk target pengurangan sampah masih kita bahas. Yang jelas ada usaha kesana. Karena misalnya bakar sampah juga ada aturannya, ada ambang batas yang diperbolehkan," imbuh Udi. (*)

Penulis: yud
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help