Home »

DIY

» Bantul

Bantul Krisis Guru PNS SD

Menurut Kepala Disdikpora Bantul, Totok Sudarto, kekurangan guru PNS SD di Projotamansari karena imbas adanya moratorium PNS.

Bantul Krisis Guru PNS SD
Net
Ilustrasi: PNS 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kebutuhan guru kategori Pegawai Negeri Sipil (PNS) tingkat Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul jauh dari kata cukup.

Pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menyebut di wilayah ini mengalami kekurangan guru PNS SD sebanyak 50 persen.

Kekurangan ini sementara ditambal Guru Tidak Tetap (GTT), yang tersebar di berbagai sekolah.

Menurut Kepala Disdikpora Bantul, Totok Sudarto, kekurangan guru PNS SD di Projotamansari karena imbas adanya moratorium PNS.

Hal ini diperparah dengan banyaknya guru PNS SD yang masuk masa pensiun, dan diprediksi sampai 2019 nanti jumlah PNS SD yang pensiun makin membeludak.

"Kalau jumlah Guru PNS SMP cukup, tapi untuk jumlah PNS SD memang kurang, tinggal 50 persen," sebutnya, Minggu (12/3/2017).

Lanjut Totok, bagi guru PNS SD yang diangkat melalui instruksi presiden (inpres) periode I (1976), periode II (1977), dan periode III (1978), sedianya bakal pensiun di tahun 2017 sampai 2019.

Sebab itu, di tiga tahun ke depan diperkirakan kekurangan tenaga pendidikan di Bantul kian bertambah.

"Jumlah guru di Bantul yang diangkat inpres itu ratusan. Jadi tiga tahun ini booming pensiun guru-guru Inpres angkatan I,II dan III," tambahnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bantul, Sahadi Suparjo menambahkan jika tiap tahun jumlah pegawai pensiun di lingkungan Pemkab Bantul rata-rata 300-500 orang, dan kebanyakan adalah guru.

Sementara kini Pemkab Bantul mencatat di wilayah Projotamansari ada 5.500 guru PNS, dari 8911 jumlah pegawai di lingkungan pemkab.

"Karena banyak yang pensiun kita harus efisien betul penyebarannya," lugasnya. (*)

Penulis: usm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help