Ribuan Lukisan Museum New OHD

Ribuan koleksi lukisan modern dan kontemporer hasil karya seniman ternama Indonesia tak luput dari koleksinya.

Tayang:
Penulis: had | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - dr Oei Hong Djien atau dikenal dengan OHD, di usianya yang genap 73 tahun telah berhasil memenuhi ambisinya untuk memiliki sebuah museum yang menyimpan berbagai hasil karya seni rupa kelas dunia yang fenomenal. Ribuan koleksi lukisan modern dan kontemporer hasil karya seniman ternama Indonesia tak luput dari koleksinya.

Museum yang diberi nama New OHD Museum ini rencananya akan diresmikan oleh Wali Kota Magelang, Ir Sigit Widyonindito, Kamis (5/4/2012). Mantan Menko Perekonomian Kwik Kian Gie yang merupakan sahabat OHD karena sesama pehobi dansa juga hadir, termasuk para tokoh ternama di Indonesia maupun tokoh seni rupa Internasional.

dr Oei Hong Djien, yang hampir selama hidupnya tidak pernah melakukan praktek kedokteran ini, mengatakan, bahwa didirikannya museum ini memiliki tujuan untuk memberikan wahana pembelajaran bagi pecinta senirupa dari berbagai belahan dunia. Karena saat ini, belum ada satupun museum di dunia yang menampilkan karya senirupa lengkap.

Selain kolektor, OHD yang juga dikenal sebagai kurator lukisan ini memberikan penjelasan dari sekitar 120 lukisan termasuk karya lima maestro seni dunia yang dipamerkan di tiga gedung museumnya. Koleksi lukisan dari lima maestro tersebut antaralain karya Affandi, S Sudjojono, Hendra Gunawan, H Widayat, dan Soedibio.

Laki-laki yang dikenal sebagai pedagang tembakau sekaligus grader PT Djarum Kudus dan selama hidupnya dihabiskan untuk berburu lukisan berkualitas tinggi ini, memaparkan sebuah karya lukis milik H Widayat yang berjudul Yogya Carriage dengan ukuran 100 x 140 sentimeter. Pada lukisan tersebut, Widayat menampilkan sebuah suasana masyarakat sekitar yang dipadukan dengan keadaan flora dan fauna.

“Karena Widayat itu senang melukis kehidupan flora dan fauna. Kemudian ia masukkan variasi dengan dirubah menjadi semacam kehidupan masyarakat, seperti sebuah lukisan di wilayah Yogyakarta ini,” katanya sambil menunjukkan lukisan karya Widayat.

Menurut OHD, semasa hidup, Widayat adalah pelukis yang serba bisa. Apa saja kesan dari luar yang ditangkap, dengan mudah bisa menjadi sebuah karya seni. OHD mengatakan bahwa Widayat adalah Picasso Indonesia, karena etos kerjanya yang sangat luar biasa. Tiada hari dan tiada waktu tanpa melukis. OHD sendiri dikenal cukup memiliki hubungan dekat dengan Widayat sewaktu masih hidup.

Ia menjelaskan, ada dua karya dari Widayat yang fenomenal yaitu lukisan abstak berjudul  Vallenys Of Good, lukisan yang menggunakan media Oil on Canvas dengan ukuran 120 x 199 sentimeter ini berbeda dengan lukisan Widayat lainnya yang didominasi penggambaran alam, karya ini disebut OHD sebagai hasil imajiner yang luar biasa dari seorang Widayat.

"Selain itu ada karya Widayat lain yang juga berbeda, yaitu Leda And The Swan, komposisi warna yang digunakan dalam lukisan ini agak lain dengan lukisan karyanya (Widayat). Lukisan ini terinspirasi setelah dia belajar di Jepang," kata OHD.

Satu lagi sosok pelukis yang lukisannnya dipajang di museum yang karyannya dianggap sangat fenomenal. Dia adalah seorang pelukis asal Kota Kembang, Hendra Gunawan. Menurut OHD, setiap karya Hendra mempunyai sentuhan sosial, dalam setiap gambar yang dituangkan dalam kanvas, Hendra selalu ingin menggambarkan suasana dan fenomena sosial yang dia lihat. Salah satu karyanya yang diberi judul Gambling, menggambarkan suasana orang yang sedang asik bermain judi (domino) menjadi salah satu dari 13 karya Hendra yang dipajang di museum OHD.

OHD mengaku, awal mula niatnya membuat museum yang diawali tahun 1997 ini, atas bujukan dari Widayat dan seniman-seniman besar lainnya.

“Saat itu saya dibujuk oleh mereka, kalau hanya mengoleksi lukisan saja buat apa, padahal jumlahnya ribuan, alangkah baiknya dibuatkan museum yang fungsinya juga lebih besar,” katanya.

 Ia mengatakan, saat ini memang banyak seniman-seniman kontemporer yang memiliki karya yang sangat bagus, namun karyanya tidak memiliki greng (rasa). Itu disebabkan mereka hanya sekadar memberikan konsep, sedangkan yang membuat adalah oranglain. Memang, karya seniman Indonesia memiliki kelebihan dibanding lukisan dari berbagai belahan dunia, itu disebabkan budaya yang dibawa oleh pelukis Indonesia selalu melekat pada karyanya, sehingga tastenya sangat terasa.

Ke depan, OHD juga mempersilakan kepada seniman-seniman kontemporer apabila di kemudian hari nanti berkenginan menggelar pameran di museum ini. Namun, ia memberikan syarat bahwa yang dipamerkan harus benar-benar karya yang berkualitas dan lulus seleksi. (Tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved