SD Negeri Tegalarum Magelang Dirusak, Ada Coretan Tak Senonoh di Jendela

Bangunan perpustakaan SD Negeri Tegalarum, Borobudur, Magelang, dirusak orang tak dikenal. Kaca jendela pecah, coretan

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie
CEK TKP: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Perpustakaan SD Negeri Tegalarum, Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (2/2/2025 

 

Ringkasan Berita:
  • Bangunan perpustakaan SD Negeri Tegalarum, Borobudur, Magelang, dirusak orang tak dikenal. Kaca jendela pecah, coretan tak senonoh ditemukan, dan polisi kini menyelidiki kasus ini dengan mengamankan sejumlah barang bukti.

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Bangunan perpustakaan SD Negeri Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dirusak oleh orang tak dikenal (OTK), Senin (2/2/2025).

Pantauan di lokasi, tampak sejumlah kaca jendela perpustakaan pecah. Di dalam ruangan, pecahan kaca, batu bata, serta batang pohon singkong berserakan di lantai. 

Pada kaca jendela juga terdapat coretan gambar tak senonoh menggunakan spidol warna putih.

Tim Inafis Polresta Magelang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kronologi Kejadian

OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Perpustakaan SD Negeri Tegalarum, Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (2/2/2025), usai dirusak oleh orang tak dikenal
OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Perpustakaan SD Negeri Tegalarum, Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (2/2/2025), usai dirusak oleh orang tak dikenal (Tribun Jogja/Yuwantoro Winduajie)

Kepala Sekolah SD Negeri Tegalarum, Noviyani, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB.

“Biasanya kami pulang sore, jadi kemarin sore itu masih aman. Tadi pagi sekitar jam setengah tujuh, ibu yang jualan di belakang sekolah melihat ada kerusakan. Dari depan belum kelihatan, tapi setelah dicek dari belakang ternyata jendela perpustakaan sudah rusak,” ujar Noviyani.

Ia menjelaskan, ruangan yang dirusak merupakan perpustakaan sekolah yang juga kerap dimanfaatkan siswa untuk salat berjemaah Dzuhur karena musala sekolah dalam keadaan penuh.

“Itu perpustakaan kami. Biasanya anak-anak juga salat jamaah di situ kalau siang,” jelasnya.

Noviyani menyebut, setelah mengetahui kejadian tersebut, para guru langsung berkoordinasi dan melaporkannya ke pihak komite sekolah, sebelum akhirnya diteruskan ke kepolisian.

“Walaupun kerugiannya nggak seberapa, kami sepakat melapor supaya tidak terulang lagi. Kami khawatir nanti merembet ke hal-hal lain. Ini kegiatan sekolah, untuk anak-anak, kok dirusak, kasihan,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak empat kaca jendela dilaporkan rusak dan sebagian tulisan gambar dan perkataan tak senonoh.

“Ya jelas kami terganggu. Lingkungan sekolah seharusnya dijaga bersama, bukan malah dirusak dan dicoret-coret. Itu kan nggak baik,” imbuhnya.

Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung normal. Namun, kegiatan salat berjemaah, seluruh pelajar yang berjumlah 41 orang diminta beribadah di rumah masing-masing.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved