Berita Magelang

Hasil Operasi Zebra Candi Magelang: Pelanggaran Didominasi SIM dan STNK

Operasi Zebra Candi 2025 di Kota Magelang hari kesembilan, 526 pelanggar terjaring melalui ETLE dan teguran langsung.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunnews.com
OPERASI ZEBRA CANDI MAGELANG: Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar Polres Magelang Kota telah memasuki hari kesembilan, dengan total 526 pelanggar terjaring melalui ETLE maupun teguran langsung 

 

Ringkasan Berita:
  • Operasi Zebra Candi 2025 di Magelang fokus pada penindakan dan edukasi keselamatan berkendara.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG – Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar Polres Magelang Kota telah memasuki hari kesembilan, dengan total 526 pelanggar terjaring melalui ETLE maupun teguran langsung. 

Selain penindakan, edukasi keselamatan berkendara juga terus digencarkan di sejumlah titik. 

Pelaksanaan operasi ini dipaparkan Plt. Kasat Lantas Polres Magelang Kota IPTU Joko Sudarmanto, Selasa (25/11/2025).

Pada hari kesembilan, Sat Lantas Polres Magelang Kota melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas di Jalan Sudirman dan Jalan Veteran, dua ruas utama dengan mobilitas masyarakat yang tinggi. 

Edukasi dilakukan secara langsung kepada pengendara untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan.

Selain sosialisasi, penindakan pelanggaran juga tetap dilaksanakan. 

Tambang Pasir Ilegal Merapi: Kemenhut Tanam Ratusan Ribu Bibit di Magelang

Dominasi Pelanggaran SIM dan STNK

Berdasarkan data Sat Lantas, terdapat 195 penindakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta 331 teguran langsung oleh petugas. 

Tilang manual tetap diberlakukan secara selektif, dan sembilan tilang dijatuhkan kepada pengendara yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi maupun melanggar ketentuan TNKB.

Evaluasi sementara menunjukkan dua jenis pelanggaran administratif menjadi yang paling dominan, yakni pengendara yang tidak membawa atau tidak memiliki SIM, serta STNK yang sudah tidak berlaku. 

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu keamanan berkendara.

Selama masa operasi, tercatat empat kejadian kecelakaan lalu lintas. IPTU Joko menjelaskan seluruh kejadian disebabkan faktor human error, seperti kurang konsentrasi, tidak mematuhi rambu, dan tidak menjaga jarak aman.

Upaya preventif terus dilakukan melalui imbauan langsung dan edukasi publik. 

Personel aktif memberikan pengarahan di lapangan dan memanfaatkan kanal media sosial resmi untuk menyebarkan pesan keselamatan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved