5 Cara Jitu Pola Makan agar Kuat Saat Mendaki untuk Pemula

Fueling yang tepat bantu pendaki tetap bertenaga, fokus, dan aman dari awal jalur hingga kembali ke basecamp, termasuk saat tektok dan cuaca ekstrem.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
pinterest
Ilustrasi Mendaki Gunung dengan Membawa Carrier (Pinterest) 

 

Ringkasan Berita:
  • Fueling menjaga polamakan dengan asupan energi, cairan, dan elektrolit yang tepat mencegah kelelahan, penurunan fokus, dan risiko cedera saat pendakian.
  • Makan dan minum teratur itu wajib dengan prinsip makan sebelum lapar, minum sebelum haus, dengan karbohidrat mudah dicerna dalam porsi kecil tetapi sering.
  • Perencanaan menentukan daya tahan dimana durasi, medan, dan cuaca harus diperhitungkan agar jenis serta jumlah bekal sesuai kebutuhan hingga kembali ke basecamp.

TRIBUNJOGJA.COM - Flueling merupakan strategi mengatur asupan energi, cairan, dan elektrolit agar tubuh tetap bertenaga selama berolahraga, termasuk saat mendaki gunung.

Dalam aktivitas fisik berat, pola ini bukan sekadar makan dan minum, akn tetapi bagian dari persiapan keselamatan.

Secara umum, prinsip fueling yang dianjurkan dalam olahraga ketahanan meliputi makan sebelum lapar, minum sebelum haus, mengonsumsi energi dalam porsi kecil tetapi sering, serta memilih makanan tinggi karbohidrat yang mudah dicerna. 

Kementerian Kesehatan dan berbagai panduan gizi dalam aktivitas tubuh menekankan bahwa kecukupan energi dan cairan berperan penting dalam mencegah kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga risiko cedera.

Trekking atau pendakian termasuk olahraga luar ruang dengan intensitas tinggi dan risiko yang tidak kecil. Medan terjal, perubahan cuaca, serta durasi aktivitas yang panjang menuntut persiapan fisik dan logistik yang matang. 

Saat ini, banyak pendaki memilih sistem tektok, yaitu naik dan turun gunung dalam satu hari tanpa bermalam.

Metode ini menuntut daya tahan fisik yang lebih tinggi dibandingkan pendakian dengan sistem camping, karena tubuh bekerja terus-menerus tanpa waktu pemulihan yang cukup. 

Penerapan pola yang tepat  baik bertujuan mencegah kehabisan energi di tengah jalur, meskipun pendaki dikejar waktu untuk mencapai puncak. Salah satu langkah penting adalah merencanakan pendakian secara matang, termasuk memperkirakan kebutuhan logistik. 

Durasi perjalanan, tingkat kesulitan jalur, serta kondisi cuaca perlu diperhitungkan sejak awal untuk menentukan jenis dan jumlah bekal yang dibawa.

Dengan perencanaan dan strategi yang tepat, pendakian dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan tetap terkendali hingga perjalanan selesai.

Oleh karena itu, pola fueling menjadi semakin krusial agar energi tetap terjaga hingga kembali ke basecamp dan risiko kelelahan berlebihan dapat diminimalkan.

Tim Tribunjogja telah merangkum pola waktu makan yang dapat diterapkan saat mendaki agar kebutuhan gizi tetap terjaga.

Baca juga: 7 Hal Perlu Diperhatikan Sebelum Mendaki Gunung agar Tidak Tersesat

1.Sebelum Pendakian (Pre-Hike)

Sebelum memulai pendakian, disa

rankan mengonsumsi makanan utama 2–3 jam sebelum berjalan. Pilih makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, roti gandum, atau oatmeal sebagai sumber energi utama. Lengkapi dengan protein secukupnya, misalnya telur atau yogurt, untuk membantu menjaga daya tahan otot. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved