Horok-Horok, Makanan Khas Jepara yang Unik dan Mulai Langka
Horok-horok terbuat dari pati aren atau tepung sagu, yang diolah hingga menjadi...
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Horok-horok adalah makanan khas Jepara dari pati aren.
- Dahulu menjadi pengganti nasi di masa penjajahan Jepang.
- Kini menjadi simbol kuliner tradisional yang perlu dilestarikan.
TRIBUNJOGJA.COM - Jika berkunjung ke Jepara, selain terkenal dengan ukirannya, kota ini juga memiliki kuliner tradisional yang tak kalah menarik.
Namanya horok-horok, makanan khas Jepara yang bentuknya unik dan rasanya khas.
Sekilas terlihat sederhana, tapi di baliknya tersimpan sejarah panjang dan makna budaya yang kuat bagi masyarakat setempat.
Horok-horok terbuat dari pati aren atau tepung sagu, yang diolah hingga menjadi butiran kecil kenyal seperti nasi kering. Teksturnya agak kasar namun empuk saat dikunyah.
Biasanya horok-horok disajikan sebagai pengganti nasi, atau disantap bersama lauk khas Jepara seperti pecel, sate kikil, atau opor ayam.
Bagi sebagian warga Jepara, horok-horok bukan sekadar makanan, melainkan simbol perjuangan dan kreativitas masyarakat pada masa sulit dulu.
Sejarah Horok-Horok : Makanan di Masa Sulit
Horok-horok sudah dikenal sejak zaman penjajahan Jepang.
Pada masa itu, masyarakat Jepara dilarang mengonsumsi nasi karena beras digunakan untuk kepentingan militer.
Sebagai gantinya, warga mencari bahan pangan alternatif dari hasil alam sekitar.
Dari sanalah lahir ide untuk mengolah pati aren menjadi makanan pengganti nasi yang mengenyangkan.
Proses pembuatannya sederhana, namun membutuhkan ketelatenan agar menghasilkan butiran lembut yang tidak mudah basi.
Dulu, horok-horok menjadi makanan sehari-hari masyarakat Jepara.
Namun seiring waktu, kebiasaan makan nasi kembali, dan makanan ini perlahan mulai jarang ditemui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Horok-Horok.jpg)