Layanan DARA: Konsultasi Kecanduan Game GRATIS Via WA oleh IGRS Komdigi
Komdigi hadirkan DARA, layanan konsultasi adiksi gim berbasis AI dan psikolog untuk bantu orang tua dan anak hadapi kecanduan digital.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Dari tahap ini, sistem AI akan membaca gejala awal dan tingkat adiksi gim sebelum melanjutkan ke proses berikutnya.
Setelah respon awal, pengguna akan masuk ke tahap selanjutnya, yaitu asesmen mandiri.
Pada tahap ini, pengguna diminta mengisi kuesioner untuk melihat tingkat risiko, mulai dari kategori aman, berisiko, hingga adiksi.
Perlu diketahui, hasil dari kuesioner ini merupakan screening, dan bukan sebagai alat diagnosis mutlak.
Hasil dari kuesioner ini dapat dijadikan sebagai gambaran awal terhadap adiksi gim, yang kemudian dapat dilanjut konsultasi dengan ahli.
Baca juga: Implementasi Sistem Rating Usia Milik Komdigi Pada Game Steam, Apa Artinya?
Hasil asesmen ini juga menjadi dasar bagi AI untuk menentukan apakah pengguna cukup mendapat edukasi dasar atau perlu diarahkan ke konsultasi lanjutan dengan tenaga profesional.
Jika hasil asesmen menunjukkan risiko kecanduan gim yang tinggi, pengguna akan diarahkan ke tahap konsultasi psikolog melalui WA yang sama.
Dalam sesi ini, pengguna dapat membahas keluhan secara lebih mendalam dan terbuka, tidak lagi dengan chatbot AI.
Konteks seperti perubahan perilaku, kesulitan mengontrol waktu bermain, hingga gangguan pada belajar dan interaksi sosial, dapat diceritakan.
Layanan ini juga bersifat privat one-on-one, membuat pengguna lebih nyaman saat menyampaikan kondisi yang dialami.
Selain konsultasi, DARA, melalui IGRS, juga menyediakan modul edukasi bagi orang tua dan keluarga.
Isinya mencakup panduan mengatur waktu bermain gim, mengenali tanda-tanda kecanduan, serta cara mendampingi anak agar tetap seimbang dalam menggunakan perangkat digital.
Panduan modul IGRS juga mengacu pada standar ICD-11 yang ditetapkan oleh WHO (World Health Organization).
Dalam isinya, adiksi gim yang berlebihan dapat diklasifikasikan sebagai gangguan kesehatan.
Pendekatan tersebut memungkinkan penilaian tenaga ahli terkait tingkat keparahan kondisi pengguna secara lebih sistematis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260424-Komdigi-IGRS-Konseling-Adiksi-Gim-1.jpg)