Komdigi Klarifikasi Polemik Rating IGRS di Steam, Sistem Masih Disesuaikan
Komdigi klarifikasi tentang polemik rating IGRS di Steam, sistem masih penyesuaian dan dibahas agar klasifikasi usia game lebih akurat.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
“Pada saat yang sama, kita juga melindungi konsumen anak-anak untuk bisa menikmati gim sesuai usia masing-masing,” lanjutnya.
Dalam penerapannya, sistem ini membagi klasifikasi usia ke dalam beberapa kategori, yaitu 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+, yang masing-masing mencerminkan tingkat konten yang ada di dalam gim tersebut.
Klasifikasi ini diharapkan dapat membantu publik memahami jenis konten yang akan ditemui sebelum memutuskan untuk memainkan atau mengakses sebuah gim.
Tidak hanya ditujukan kepada pemain, kebijakan ini juga mendorong developer gim agar lebih bertanggung jawab dalam mencantumkan label usia sesuai dengan isi permainan yang mereka rilis.
Dalam mekanismenya, pengembang diwajibkan melakukan penilaian awal terhadap konten gim mereka sebelum dipublikasikan di Indonesia.
Setelah label usia ditentukan, pemerintah melalui Komdigi akan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala untuk memastikan klasifikasi tersebut tetap sesuai.
Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara konten dan label usia, pengembang dapat diminta untuk melakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk kasus yang lebih serius, seperti gim yang mengandung unsur terlarang seperti pornografi atau perjudian, pemerintah menyatakan bahwa akses terhadap gim tersebut dapat dibatasi bahkan diblokir.
Komdigi Akui Masih Tahap Penyesuaian
Banyak dari unggahan warganet di sosial media menunjukkan kejanggalan dari sistem rating IGRS pada platform Steam.
Masalahnya, ada gim yang kesannya ringan, santai, dan jauh dari konten berat, tetapi justru mendapat klasifikasi umur dewasa.
Ada juga gim dengan tema yang lebih dewasa yang dinilai belum tampil dengan label yang pas.
Baca juga: Reseller Apple Indonesia Umumkan iPhone 17e, The Next iPhone XR 2026?
Situasi ini kemudian memicu kritik dari komunitas gamer yang merasa sistemnya belum siap dipakai secara luas.
Komdigi pun mengakui bahwa kondisi tersebut terjadi karena Steam masih dalam tahap penyesuaian sistem internal.
Di sisi lain, Kemkomdigi bersama IGRS juga tengah membahas kerja sama formal dengan Steam sebagai dasar penerapan rating yang lebih akurat dan sesuai dengan ketentuan di Indonesia.
Hal ini ditegaskan langsung dalam pernyataan resminya, “IGRS dan Steam tengah membahas kerja sama formal sebagai dasar implementasi rating yang lebih akurat dan sesuai ketentuan di Indonesia.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260405-Komdigi-Klarifikasi-IGRS.jpg)