Review Visual Novel: Z.A.T.O // I Love the World and Everything In It

Z.A.T.O. // I Love the World and Everything In It adalah sebuah visual novel psikologis yang menghadirkan cerita misterius dengan nuansa filosofis.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Steampowered.com
sumber: steampowered.com 

Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih realistis dan memperkuat tema eksistensial yang diangkat.

Atmosfer yang Kuat Berkat Visual dan Musik

Salah satu aspek yang mendapat banyak pujian dalam game ini adalah arah artistik dan atmosfernya.

Visual dalam Z.A.T.O berhasil menggambarkan suasana kota Soviet era Perang Dingin dengan nuansa yang suram dan misterius.

Background yang digunakan mungkin terlihat sederhana pada awalnya.

Namun seiring waktu, pemain akan mulai merasakan bahwa kota Vorkuta-5 benar-benar terasa hidup.

Lingkungan kota, sekolah, dan jalanan digambarkan secara konsisten sehingga pemain dapat membayangkan bagaimana karakter bergerak di dalam dunia tersebut.

Selain visual, musik juga memainkan peran penting dalam membangun atmosfer cerita.

Soundtrack yang digunakan memang berasal dari sumber musik bebas, tetapi pemilihannya terasa tepat dan mampu memperkuat emosi dalam setiap adegan.

Hasilnya adalah pengalaman yang terasa sinematik, seolah pemain sedang menonton film atau serial drama psikologis.

Pacing Cerita yang Singkat Namun Efektif

Banyak visual novel terkenal memiliki durasi permainan hingga puluhan jam.

Namun Z.A.T.O mengambil pendekatan yang lebih singkat dengan durasi sekitar enam jam permainan.

Durasi ini dinilai cukup efektif karena mampu menjaga fokus cerita tanpa membuat pemain merasa lelah.

Beberapa pemain memang merasa bahwa bagian akhir cerita terasa agak cepat.

Namun sebagian pengulas justru menilai bahwa akhir yang terasa mendadak tersebut sengaja dibuat untuk meninggalkan kesan mendalam.

Alih-alih memberikan penjelasan yang sepenuhnya jelas, game ini membiarkan pemain merenungkan sendiri makna dari cerita yang baru saja mereka alami.

Kekurangan 

Meski mendapat banyak pujian, Z.A.T.O bukan tanpa kekurangan.

Salah satu kritik utama adalah minimnya interaktivitas.

Karena tidak memiliki pilihan cerita atau percabangan alur, pemain hanya mengikuti cerita yang sama setiap kali bermain.

Hal ini membuat nilai replayability menjadi cukup rendah.

Selain itu, fitur aksesibilitas dalam game ini juga cukup terbatas.

Beberapa pengaturan seperti kecepatan teks dan kontrol dasar memang tersedia, tetapi opsi tambahan seperti mode gelap atau pengaturan visual lanjutan tidak disediakan.

Meski demikian, kekurangan tersebut tidak terlalu mengurangi pengalaman bermain secara keseluruhan.

Respon Positif dari Komunitas

Sejak dirilis di Steam, Z.A.T.O mendapat respon yang sangat positif dari para pemain.

Game ini bahkan memperoleh ulasan Overwhelmingly Positive dengan sekitar 98 persen review positif dari ribuan pemain.

Banyak pemain memuji kekuatan cerita, atmosfer, dan pendekatan filosofis yang jarang ditemukan dalam game indie.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sederhana dari segi gameplay, Z.A.T.O berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi para pemainnya.

Z.A.T.O. // I Love the World and Everything In It merupakan contoh bagaimana sebuah game indie dapat menghadirkan pengalaman yang kuat melalui cerita.

Dengan latar kota misterius di era Soviet, karakter yang kompleks, serta tema eksistensial yang mendalam, game ini berhasil menciptakan pengalaman yang berbeda dari visual novel pada umumnya.

Meski minim interaktivitas dan tidak memiliki banyak fitur tambahan, kekuatan utama game ini terletak pada narasinya yang emosional dan atmosfernya yang unik.

Bagi penggemar visual novel atau pemain yang menyukai cerita psikologis yang penuh refleksi, Z.A.T.O bisa menjadi pengalaman yang sangat berkesan.

Game ini mungkin bukan untuk semua orang, terutama bagi pemain yang menginginkan gameplay yang interaktif.

Namun bagi mereka yang siap mengikuti perjalanan naratif yang introspektif, Z.A.T.O menawarkan cerita yang unik, misterius, dan sulit dilupakan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved