Review Visual Novel: Z.A.T.O // I Love the World and Everything In It

Z.A.T.O. // I Love the World and Everything In It adalah sebuah visual novel psikologis yang menghadirkan cerita misterius dengan nuansa filosofis.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Steampowered.com
sumber: steampowered.com 

Asya digambarkan sebagai karakter yang sangat observatif. Ia sering memperhatikan detail kecil di sekitarnya, seperti burung yang terbang atau perubahan suasana kota.

Pengamatan tersebut seringkali memicu refleksi filosofis mengenai realitas, identitas, dan tujuan hidup.

Meski tema eksistensial sering kali terasa berat, penyampaian dalam game ini dibuat cukup natural.

Banyak konsep ilmiah dan filosofis disampaikan melalui sudut pandang seorang pelajar sehingga tidak terasa terlalu rumit.

Pendekatan ini membuat cerita tetap mudah diikuti oleh pemain yang mungkin tidak terbiasa dengan tema filosofis.

Karakter yang Kompleks

Selain cerita yang kuat, karakter dalam Z.A.T.O juga menjadi salah satu daya tarik utama.

Tokoh utama, Asya Shubina, mungkin terlihat seperti protagonis visual novel pada umumnya.

Ia mudah dipahami dan memiliki kepribadian yang sensitif.

Namun yang membuat karakter ini menarik adalah cara ia memandang dunia.

Monolog internalnya sering kali memberikan sudut pandang yang berbeda tentang peristiwa yang terjadi.

Selain Asya, ada beberapa karakter penting lainnya seperti Ira Grachevskaya, Marina Kaplan, dan Vadim Garin.

Pada awalnya, karakter-karakter tersebut terlihat seperti stereotip dari cerita anime atau manga.

Namun seiring berjalannya cerita, motivasi mereka menjadi semakin kompleks dan sulit diprediksi.

Game ini tidak berusaha membuat semua karakter terasa menyenangkan atau simpatik.

Sebaliknya, karakter-karakter tersebut ditampilkan dengan sisi yang terkadang membingungkan atau bahkan mengganggu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved