Diskon 90 Persen! Rekomendasi Game Spike Chunsoft di Steam Publisher Sale

Bingung apa yang wajib dibeli? Tengok rekomendasi game keluaran Spike Chuunsoft di artikel ini!

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja
Rekomendasi Game Spike Chunsoft di Steam Publisher Sale 

Game visual novel ini tetap mempertahankan formula misteri pembunuhan yang menjadi ciri khas seri Danganronpa, namun menghadirkan setting, karakter, serta mekanisme gameplay yang lebih luas dan kompleks.

Sebagai lanjutan dari seri sebelumnya, Danganronpa 2 mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih besar dengan cerita yang penuh plot twist, karakter unik, serta sistem persidangan yang diperbarui.

Bagi penggemar game misteri dan investigasi, sekuel ini sering dianggap sebagai salah satu judul paling menonjol dalam genre visual novel.

Danganronpa: Killing Harmony

Setelah kesuksesan dua game sebelumnya, Spike Chunsoft kembali menghadirkan judul terbaru berjudul Danganronpa V3: Killing Harmony.

Game ini menghadirkan cerita baru dengan karakter yang sepenuhnya berbeda, namun tetap mempertahankan konsep utama killing game yang menjadi ciri khas seri Danganronpa.

Dengan berbagai mekanisme gameplay baru, grafis yang lebih modern, serta cerita yang penuh kejutan, Danganronpa V3 mencoba memberikan pengalaman yang lebih besar bagi para penggemar

Danganronpa V3 memperkenalkan sekelompok karakter baru yang memiliki gelar Ultimate.

Mereka tiba-tiba diculik dan dipenjara di sebuah sekolah misterius.

Di tempat tersebut, mereka dipaksa mengikuti permainan mematikan yang diatur oleh maskot ikonik seri ini, Monokuma.

Aturannya masih sama seperti game sebelumnya: satu-satunya cara untuk keluar dari sekolah adalah dengan membunuh siswa lain tanpa tertangkap.

Setiap kali terjadi pembunuhan, para siswa harus melakukan penyelidikan dan kemudian mengikuti Class Trial untuk menentukan siapa pelakunya.

Jika pelaku berhasil diungkap, mereka akan menerima hukuman mati. Namun jika para siswa salah menuduh seseorang, pelaku akan bebas sementara siswa lain akan dihukum.

Konsep ini menciptakan ketegangan yang konstan karena setiap karakter bisa menjadi korban maupun pelaku.

 3. AI: The Somnium Files 

spike-chunsoft
sumber: spike-chunsoft.com

Harga Asli       : Rp. 279.000

Harga Diskon : Rp. 55.800

Cerita AI: The Somnium Files berlatar di Tokyo pada masa depan dekat.

Pemain berperan sebagai Kaname Date, seorang detektif yang bekerja di unit khusus bernama ABIS (Advanced Brain Investigation Squad).

Unit ini menggunakan teknologi khusus untuk memecahkan kasus kriminal dengan cara yang tidak biasa.

Teknologi tersebut dikenal sebagai Psync, sebuah metode yang memungkinkan penyelidik memasuki mimpi seseorang untuk mencari petunjuk tersembunyi di alam bawah sadar mereka.

Date juga dibantu oleh Aiba, kecerdasan buatan yang berada di mata cybernetic miliknya.

Aiba berfungsi sebagai asisten investigasi sekaligus avatar ketika menjelajahi dunia mimpi.

Cerita dimulai ketika Date dipanggil untuk menyelidiki pembunuhan seorang wanita bernama Shoko Nadami.

Kasus tersebut menjadi awal dari misteri yang jauh lebih besar dan rumit.

Gameplay

1. Investigasi

Pada bagian ini pemain menyelidiki berbagai lokasi di Tokyo untuk mengumpulkan informasi.

Gameplay investigasi dilakukan dari perspektif first-person, di mana pemain dapat memeriksa objek, berbicara dengan karakter, serta mengumpulkan bukti yang berkaitan dengan kasus pembunuhan.

Aiba membantu Date dengan berbagai kemampuan analisis seperti memindai lingkungan atau mengakses database informasi.

2. Somnium (Dunia Mimpi)

Bagian paling unik dari game ini adalah Somnium, yaitu dunia mimpi milik para saksi atau tersangka.

Dalam fase ini pemain memasuki alam bawah sadar seseorang untuk menemukan petunjuk yang tidak dapat diungkap melalui investigasi biasa.

Pemain mengendalikan Aiba sebagai avatar di dalam mimpi dan harus memecahkan berbagai puzzle yang terkadang bersifat surreal atau tidak logis, sesuai dengan sifat mimpi manusia.

Namun eksplorasi ini memiliki batas waktu. Jika terlalu lama berada di Somnium, baik penyelidik maupun subjek dapat mengalami kerusakan otak yang fatal.

(MG Aufa Dyandra)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved