Misi Besar Lutfi Setiabudi untuk Golf Yogyakarta

Persatuan Golf Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memulai babak baru untuk mengarungi kepengurusan periode 2025-2029. 

Tayang:
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Ketua dan pengurus baru PGI DIY periode 2025-2029 yang baru saja terpilih melalui gelaran musyawarah daerah di Kota Yogyakarta, Rabu (29/4/2026) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Persatuan Golf Indonesia (PGI) Daerah Istimewa Yogyakarta resmi memulai babak baru untuk mengarungi kepengurusan periode 2025-2029. 

Di bawah kepemimpinan Muhammad Lutfi Setiabudi, sebuah misi besar diusung untuk mengubah stigma masyarakat terhadap golf, dari olahraga yang dianggap elit menjadi inklusif dan merakyat.

​Ketua PGI DIY, Muhammad Lutfi Setiabudi, menegaskan bahwa visi utama kepengurusannya adalah menyelaraskan antara prestasi mendunia dan inklusivitas. 

Menurutnya, citra eksklusif yang selama ini melekat pada golf harus mulai digeser dengan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat.

​"Itu menjadi sudut pandang yang tidak bisa dialihkan. Kita ingin citra golf sebagai olahraga elit bisa menjadi olahraga semua kalangan dengan cara membuat akses yang lebih baik," ujarnya, Kamis (30/4/26).

​Lutfi menambahkan, salah satu peran PGI DIY ke depan adalah menjadi jembatan antara para pemilik lapangan, pemerintah, serta warga masyarakat. 

Tujuannya supaya pemahaman bahwa golf bisa dinikmati dan dimainkan oleh siapa saja dapat terwujud melalui kebijakan dan fasilitas yang lebih terjangkau.

Baca juga: 14 Tim Bersaing di Ajang Campus League Basketball Regional Yogya

"Kami memandang di Yogyakarta ini sangat potensial untuk junior-junior, karena karakter daerahnya sangat baik untuk penjaringan atlet usia muda," ungkapnya.

"Tantangannya tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi tersebut menjadi prestasi nyata, karena saat ini di Yogyakarta belum punya atlet yang bisa dibanggakan maksimal di level nasional," urai Lutfi.

Dalam menjalankan organisasi, Lutfi menekankan prinsip "Ngawula" atau pengabdian total, di mana pengurus PGI DIY periode ini harus memiliki integritas dan tanggung jawab kolektif yang transparan.

​Salah satu poin krusial yang ia sampaikan adalah komitmen terhadap kesejahteraan dan keberlangsungan karier atlet melalui misi kemandirian finansial.

"Kami memberikan jaminan, selama periode kepengurusan ini tidak akan ada atlet potensial DIY yang gagal bertanding hanya karena kendala biaya," tegasnya.

Dengan transformasi organisasi yang lebih profesional dan akuntabel, pihaknya optimis, PGI DIY dapat menciptakan ekosistem golf yang kompetitif namun tetap harmonis.

Sekaligus mencetak atlet-atlet berkualitas yang siap mengharumkan nama Yogyakarta dan Indonesia di berbagai gelaran berlevel internasional.

"Maka, pembinaan dan kesejahteraan atlet jadi prioritas tertinggi melalui pendampingan teknis, fasilitas latihan, dan dukungan partisipasi turnamen yang berkelanjutan," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved