Pegadaian Championship

Inilah Lawan Terberat PSS Sleman di Tujuh Pertandingan Terakhir

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis mengungkap siapa lawan terberat di sisa pertandingan mendatang. 

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
TIM PSS SLEMAN - Pemain PSS Sleman foto bersama sebelum berlaga di Stadion Maguwoharjo beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis mengungkap siapa lawan terberat di sisa pertandingan mendatang. 
  • Meski menegaskan tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng dalam tujuh pertandingan tersisa di Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026, ada lawan terberat sesungguhnya yang harus diatasi.
  • PSS kini berada di puncak klasemen, tetapi ia menilai seluruh laga ke depan memiliki tingkat kesulitan yang sama.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis mengungkap siapa lawan terberat di sisa pertandingan mendatang. 

Meski menegaskan tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng dalam tujuh pertandingan tersisa di Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026, ada lawan terberat sesungguhnya yang harus diatasi.

PSS kini berada di puncak klasemen, tetapi ia menilai seluruh laga ke depan memiliki tingkat kesulitan yang sama.

“Semua lawan berat,” ujar Ansyari saat ditanya mengenai calon lawan terberat di sisa musim, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, kompetisi masih menyisakan tujuh pertandingan sebelum partai final.

Situasi tersebut membuat PSS Sleman tidak boleh lengah sedikit pun.

Ia menekankan pentingnya fokus dan kerja keras agar posisi di papan atas tetap terjaga.

“Saya kira ini masih panjang ya, masih ada tujuh match di penyisihan grup. Jadi kita semua harus fokus, harus kerja keras. Tidak bisa kita sekarang sudah berada di atas terus jumawa segala macam. Itu nggak bagus,” tegasnya.

Lawan terberat PSS

Ansyari bahkan menyebut lawan terberat bukan hanya datang dari luar, tetapi dari dalam tim sendiri.

“Termasuk diri sendiri. Karena tidak ada tim yang tidak berat, semuanya bagus,” katanya.

Baginya, menjaga konsistensi performa dan mentalitas pemain jauh lebih penting ketimbang memikirkan siapa lawan yang paling kuat di atas kertas. 

Target memang sudah ditetapkan, namun ia ingin anak asuhnya menatap setiap pertandingan secara bertahap.

“Target tetap ada, tetapi kita satu match itu kita jalanin dulu. Kita belum berhasil, masih ada yang kita tuju. Jadi tujuh match ini harus kita lakukan dengan maksimal,” katanya.

Ia pun berharap dukungan penuh dari suporter dan seluruh elemen tim agar PSS mampu melewati setiap laga dengan hasil maksimal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved