5 Grup Musik Populer Indonesia yang Lahir dari Yogyakarta

Mulai dari musisi bergenre pop hingga hip hop, berikut daftar lima grup musik populer Indonesia yang berasal dari Kota Seni Yogyakarta.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
istimewa
Olski merupakan salah satu grup musik asal Yogyakarta yang menghadirkan warna musik ceria dan jenaka 

Setelah kurang lebih tampil di berbagai panggung pentas sekolah Jogja selama 2 tahun, Sheilagank akhirnya mendapat kontrak rekaman dari label Sony Music Entertainment Indonesia.

Disitulah waktu dimana Sheilagank berganti nama menjadi Sheila On 7, dan nama sebelumnya menjadi sebutan untuk perkumpulan fans yang setia menikmati karya musiknya.

“Sheila” sendiri diambil dari nama teman SMA Eross yang ternyata juga merupakan nama teman SD Adam dan Duta.

Sementara, “On 7” diambil dari 7 tangga nada diatonik yang identik dengan seni musik.

Maka, ketika digabungkan, nama Sheila On 7 bermakna sebagai teman-teman Sheila yang memainkan musik.

Melalui berbagai pergantian anggota band sejak tahun 2004, Sheila On 7 kini terdiri dari tiga anggota yang tersisa, yakni Eross sebagai gitaris, Duta sebagai vokalis, dan Adam sebagai bas.

Baca juga: Top 3 Film Terbaik Duta Sheila on 7. Ternyata Duta Suka Drakor

Jogja Hip Hop Foundation (JHF)

Penampilan Jogja Hip Hop Foundation saat tampil di Prambanan Jazz 2019 di pelataran Candi Prambanan, Sleman, Jumat (5/7/2019)
Penampilan Jogja Hip Hop Foundation saat tampil di Prambanan Jazz 2019 di pelataran Candi Prambanan, Sleman, Jumat (5/7/2019) (TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo)

“Cintamu Sepahit Topi Miring” nampaknya bukan lagi menjadi lagu yang asing di telinga para pendengar musik Tanah Air.

Beat dan lirik yang mengasyikkan sempat membuat lagu satu ini trending kembali di media sosial beberapa waktu lalu, terutama setelah dikombinasikan dengan video editan yang tak kalah menggelegar.

Usut punya usut, ternyata lagu tersebut merupakan salah satu singel yang dirilis oleh band musik asal Yogyakarta, Jogja Hip Hop Foundation.

Masyarakat sangat menikmati warna musik yang ditawarkan, meski banyak yang tak menyangka bahwa lirik berbahasa Indonesia, Jawa, dan Inggris dapat digabungkan dalam satu alunan lagu yang sama secara epik oleh JHF.

Didirikan oleh Marzuki Mohamad yang akrab dengan nama panggung Kill the DJ, JHF telah aktif berkarier dengan membawakan kombinasi musik hip hop dan musik Jawa sejak tahun 2003.

Beranggotakan 5 orang sebelum salah satunya memutuskan untuk keluar pada tahun 2016, berbagai karya yang dihasilkan JHF diketahui sarat akan lirik satire terhadap pemerintah.

Dua di antaranya adalah lagu “Jogja Istimewa” yang dirilis tahun 2010 dan lagu “Jogja Ora Didol” yang dirilis tahun 2014.

Melalui “Jogja Istimewa”, JHF berusaha mengkritisi wacana referendum Yogyakarta dari pemerintahan monarki, setelah keluarnya pernyataan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa dalam negara republik tidak boleh ada monarki.

Sedangkan “Jogja Ora Didol” menjadi kritik terhadap budaya Jawa yang semakin lama semakin terkikis sebab perkembangan zaman dan lalu lintas yang semakin semrawut, didukung oleh semakin padatnya jumlah penduduk dan pembangunan hotel yang mengurangi secara signifikan daerah sumur resapan di Yogyakarta.

Baca juga: Collabonation Tour di Bantul Dimeriahkan Penampilan Fiersa Besari, Ndarboy, Shaggydog dan JHF

NDX A.K.A.

NDX AKA Goyang Ribuan Fans Sembari Nikmati Malam Syahdu di Obelix Hills
NDX AKA Goyang Ribuan Fans Sembari Nikmati Malam Syahdu di Obelix Hills (Dok. Istimewa)
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved