MusikZone

Single ‘Didera Realita’, Wajah Jujur SBM Project tentang Bertahan dalam Diam

‘Didera Realita’ memotret orang orang yang tetap berdiri meski dihimpit keadaan, menahan lelah dan luka tanpa banyak suara. 

|
Penulis: Santo Ari | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IST
SINGLE KEEMPAT - SBM Project merilis single keempat mereka berjudul ‘Didera Realita' 

Ringkasan Berita:
  • SBM Project mengangkat tema tentang daya tahan dalam karya terbarunya, sebuah lagu yang tidak meledak ledak, tetapi pelan dan jujur menyentuh sisi paling sunyi dari perjuangan manusia.
  • Kelompok musik asal Yogyakarta itu merilis single keempat berjudul ‘Didera Realita’ pada 26 Februari 2026.
  • Lagu ini menjadi penanda pendewasaan SBM Project dalam meramu City Pop yang hangat dan melankolis, sekaligus memperlihatkan kedalaman konsep dan produksi yang semakin matang.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada fase dalam hidup ketika seseorang tetap tersenyum, tetap bekerja, tetap berjalan, meski di dalam dirinya sedang terjadi pergulatan yang tidak sederhana.

Tema tentang daya tahan seperti itulah yang kini diangkat SBM Project dalam karya terbarunya, sebuah lagu yang tidak meledak ledak, tetapi pelan dan jujur menyentuh sisi paling sunyi dari perjuangan manusia.

Unit musik asal Yogyakarta itu merilis single keempat mereka berjudul ‘Didera Realita’ pada 26 Februari 2026 di berbagai platform digital dan jaringan radio nasional.

Lagu ini menjadi penanda pendewasaan SBM Project dalam meramu City Pop yang hangat dan melankolis, sekaligus memperlihatkan kedalaman konsep dan produksi yang semakin matang.

Masih setia pada karakter musik yang mudah diterima lintas generasi, SBM Project kali ini memilih pendekatan yang lebih personal. 

‘Didera Realita’ memotret orang orang yang tetap berdiri meski dihimpit keadaan, menahan lelah dan luka tanpa banyak suara. 

Lagu ini berbicara tentang sebuah perjuangan yang sering kali luput dari sorotan.

Tentang mereka yang jarang mengeluh, memilih memendam keluh kesah, dan rela menunda mimpi-mimpinya sendiri demi kebahagiaan orang lain.

“Tak boleh ku terlihat lemah. 

Meskipun slalu merasa lelah. 

Tak ada waktu untukku mengeluh. 

Walaupun bersimbah peluh."

Bait tersebut, menurut Danang Marto Paidi, menjadi refleksi dari realitas yang dijalani banyak orang hari ini. 

“SBM Project mengajak pendengar untuk menyelami sisi paling manusiawi dari sebuah perjuangan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved