PAMLAX Rilis ‘Mood Swing’, Bawa Semangat Grungegaze 90an
Suara gitar berisik dengan distorsi tebal, lirik yang gamang sekaligus jujur, dan semangat mandiri yang kuat kembali menemukan momentumnya.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
Hal remeh itu diterjemahkan menjadi distorsi bising dan energi yang gelisah.
Berikutnya, ‘Deadlock’ bercerita tentang rutinitas terjebak kemacetan saat berangkat ke sekolah. Lagu ini menegaskan ciri khas mereka pada alternatif rock dengan distorsi fuzz yang berpusat pada gitar Ell.
“Terinspirasi dari rock yang berisik dan berdentang ala Failure, Sunny Day Real Estate dan Hum, dirangkum dalam elemen yang lebih bersih dan emosional dengan Weezer di era ‘Pinkerton’, jadilah track semacam Deadlock” jelas Millo sang adik.
Pada track keempat, ‘Sunwish’, PAMLAX merespons fenomena kulminasi matahari yang pernah terjadi di Surabaya, ketika bayangan berada tepat di bawah tubuh dan hampir menghilang di siang hari yang terik.
Sementara ‘Clean O’ terinspirasi dari konsep shinrin yoku di Jepang, yaitu kembali ke alam untuk mencari ketenangan di tengah kejenuhan hidup perkotaan.
EP ini ditutup dengan ‘Grey’, potret kegelisahan remaja yang mencari validasi, merasa paling tahu, gemar berbohong dan hiperbolik, hidup dalam fase abu abu pencarian jati diri.
Meski secara musikal mengalami pergeseran yang cukup signifikan dibanding rilisan sebelumnya, PAMLAX tetap konsisten mengangkat isu fenomena alam hingga dinamika kehidupan remaja dengan emosi yang lebih mentah.
Dua lagu dalam EP ini, ‘Deadlock’ dan ‘Hungry Buzz’, menggunakan bahasa Inggris sebagai bentuk eksplorasi ekspresi yang lebih luas.
Seluruh proses rekaman ‘Mood Swing’ dikerjakan secara mandiri di home studio mereka, mempertegas identitas D.I.Y yang sejak awal melekat pada PAMLAX.
Meski digarap independen, produksi EP ini terdengar jujur dan cukup sinematik dengan pendekatan minimalis.
EP ‘Mood Swing’ dijadwalkan rilis pada 10 Februari 2026 melalui Irama Records untuk distribusi digital, serta dalam format fisik CD yang dirilis independen melalui Pararebah Record, label indie Surabaya milik orang tua mereka.
Untuk mendukung perilisan tersebut, PAMLAX juga menyiapkan tur lintas Jawa dan Bali pada April mendatang dalam rangkaian ‘Selat Bising Distorsi Jawa - Bali Tour 2026’, mendampingi band celtic punk asal Malaysia, End23, yang juga tengah menjalani tur.(nto)
| Album Perdana SMARAI ‘Semai’ Hadirkan Lagu-lagu tentang Luka, Penerimaan, dan Optimisme |
|
|---|
| YUHU. Rilis ‘Bertemu Di Sini’, Lagu Tentang Rindu dan Harapan untuk Bertemu Kembali |
|
|---|
| Mitty Zasia Rilis “Jujur Saja Arahnya Mau Kemana”, Dibuat Mengalir Penuh Kebebasan |
|
|---|
| Ruzan & Vita Gelar “Pesta Rock n Roll Jakarta Tour”, Promosikan Album Baru Lewat Konser Intim |
|
|---|
| Dari Bantul, Bleeedrz Rilis Album Debut Penuh Eksperimen Noise Pop |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PAMLAX-Rilis-Mood-Swing-Bawa-Semangat-Grungegaze-90an.jpg)