5 Film Indonesia Bertema Sekolah, Penuh Nostalgia dan Bikin Baper

Dari Dilan hingga Ada Apa Dengan Cinta, lima film sekolah Indonesia ini penuh nostalgia, cinta remaja, dan cerita yang bikin susah move on.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
pinterest
Dilan 1990 

AADC wajib ditonton karena menjadi simbol generasi, menghadirkan puisi, dialog ikonik, serta membentuk standar baru film remaja Indonesia pada masanya.

3. Doremi & You (2018)

Doremi & You
Film Doremi & You

Doremi & You dirilis pada tahun 2018 dan mengangkat genre drama musikal remaja.

Film ini menceritakan tentang persahabatan, cinta, dan mimpi di lingkungan sekolah.

Kisahnya berfokus pada sekelompok siswa yang terhubung lewat musik, band, dan konflik personal masing-masing.

Film ini menampilkan dinamika remaja yang realistis, mulai dari rasa cemburu, ambisi, hingga pencarian jati diri.

Film ini direkomendasikan karena menghadirkan nuansa ringan, musik yang catchy, serta cerita yang dekat dengan kehidupan remaja masa kini.

4. Dilan 1990 (2018)

film dilan 1990
Dilan 1990

Film Dilan 1990 dirilis pada 25 Januari 2018 dan mengusung genre drama romantis remaja.

Film ini dibintangi Iqbaal Ramadhan sebagai Dilan dan Vanesha Prescilla sebagai Milea, diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq.

Cerita berfokus pada pertemuan Dilan dan Milea di SMA Bandung pada era 1990-an.

Gaya pendekatan Dilan yang unik, nyeleneh, namun romantis membuat Milea perlahan jatuh hati, meski hubungan mereka diwarnai konflik, geng motor, dan perbedaan karakter.

Film ini wajib ditonton karena berhasil memadukan nostalgia, dialog ikonik, serta potret cinta remaja yang sederhana namun membekas.

Dilan 1990 juga menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa.

5. Milea: Suara dari Dilan (2020)

Milea: Suara dari Dilan
Milea : Suara dari Dilan

Milea: Suara dari Dilan dirilis pada 13 Februari 2020 sebagai penutup trilogi Dilan-Milea.

Film ini tetap bergenre drama romantis remaja dengan sudut pandang cerita dari Dilan.

Kisahnya menyoroti perjalanan hubungan Dilan dan Milea setelah SMA, termasuk konflik, jarak, dan keputusan besar dalam hidup masing-masing.

Penonton diajak melihat sisi emosional Dilan yang selama ini dikenal santai dan jenaka.

Film ini penting ditonton untuk melihat kelanjutan kisah cinta ikonik Indonesia, sekaligus memberikan perspektif lebih dewasa tentang hubungan, kehilangan, dan proses merelakan. (MG Agit Aida Musfiroh)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved