Lebaran 2026
Ucapan "Minal Aidin Wal Faizin" Artinya Bukan "Mohon Maaf Lahir dan Batin", Ini Makna Sebenarnya
Setiap kali gema takbir berkumandang menandai datangnya Idul Fitri, kalimat "Minal Aidin Wal Faizin" seolah menjadi kosa kata wajib.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Tiap kali gema takbir berkumandang menandai datangnya Idul Fitri, kalimat "Minal Aidin Wal Faizin" seolah menjadi kosa kata wajib di masyarakat Indonesia.
Namun, tahukah Anda bahwa secara bahasa, kalimat tersebut sama sekali tidak berarti "Mohon Maaf Lahir dan Batin"?
Fenomena ini adalah bentuk pergeseran makna atau semantical shift yang sudah mengakar dalam budaya Indonesia.
Mari kita elaborasi makna aslinya dan bagaimana cara menggunakannya dengan lebih tepat pada Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026 ini.
Apa makna "Minal Aidin Wal Faizin"?
Secara harfiah, kalimat ini berasal dari bahasa Arab dengan rincian sebagai berikut:
Minal: Dari (golongan).
Al-Aidin: Orang-orang yang kembali.
Wal: Dan.
Al-Faizin: Orang-orang yang menang/beruntung.
Jika dirangkai, maknanya adalah:
"Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang kembali (kepada fitrah/kesucian) dan golongan orang-orang yang menang (melawan hawa nafsu selama Ramadhan)."
Kalimat ini sebenarnya adalah potongan doa yang lebih panjang, yaitu: Jaa’alanallahu minal ‘aidin wal fa’izin, yang artinya:
"Semoga Allah menjadikan kita bagian dari orang-orang yang kembali dan menang."
Jadi, menghubungkannya langsung sebagai terjemahan dari "mohon maaf lahir batin" adalah kekeliruan secara linguistik, meski secara esensi bermaaf-maafan memang menjadi bagian dari proses "kembali ke fitrah" tersebut.
Orang Arab jarang pakai
| KAI Daop 6 Yogyakarta Tanggapi Keluhan Penumpang KA soal Penggalangan Dana untuk Disabilitas |
|
|---|
| Mau Syawalan dengan Sri Sultan HB X? Datang ke Kepatihan Tanggal 30 Maret 2026! |
|
|---|
| 6 Wisatawan Selamat dari Terjangan Ombak Pantai Selatan DIY Selama Libur Lebaran |
|
|---|
| Kisah Pilu Anak 7 Tahun Tewas Tenggelam di Selokan Mantrijeron Jogja Saat Syawalan dengan Orang Tua |
|
|---|
| Hotel di DIY Merugi, PHRI: Promosi '8,2 Juta Turis' Malah Jadi Bumerang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/26-ucapan-dalam-bahasa-Arab-beserta-tulisannya-dan-artinya-dalam-bahasa-Indonesia.jpg)