Ramadan 2026

Strategi Menjaga Kolesterol Selama Puasa di Bulan Ramadan

Menu berbuka yang didominasi gorengan dan santan justru berisiko meningkatkan kadar lemak darah.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Kompas.com/designer491
ILUSTRASI - Menjaga kolesterol tetap stabil 

TRIBUNJOGJA.COM - Menjaga kadar kolesterol saat bulan puasa sering kali menjadi tantangan. 

Meski secara teori berpuasa dapat membantu metabolisme, realitanya menu berbuka yang didominasi gorengan dan santan justru berisiko meningkatkan kadar lemak darah.

​Berikut adalah panduan praktis agar tubuh tetap bugar dan kolesterol tetap stabil hingga hari raya tiba.

Strategi Menjaga Kolesterol Selama Puasa

​1. Pilih Lemak Sehat (HDL) Saat Sahur

​Sahur adalah fondasi energi Anda. 

Hindari daging olahan yang tinggi lemak jenuh. 

Sebaliknya, fokuslah pada sumber lemak tak jenuh yang membantu menjaga kadar kolesterol baik (HDL).

  • Contoh: Alpukat, kacang-kacangan (almond atau kenari), dan minyak zaitun.
  • Manfaat: Lemak sehat memberikan rasa kenyang lebih lama dan melindungi kesehatan jantung.

Baca juga: Bingung Makan Apa di Minggu Terakhir Puasa? Ini Ide Makan Sahur Selain Nasi

2. Batasi Takjil Gorengan

​Sulit memang melewatkan gorengan saat berbuka. 

Namun, minyak goreng yang digunakan berulang kali mengandung lemak trans yang secara signifikan meningkatkan kolesterol jahat (LDL).

​Batasi konsumsi gorengan maksimal 1-2 buah saja, atau ganti dengan camilan rebus/kukus seperti jagung manis atau edamame.

​3. Perbanyak Serat Larut

​Serat larut berperan seperti "sapu" yang mengikat kolesterol di sistem pencernaan dan membuangnya sebelum masuk ke aliran darah.

  • ​Sumber Terbaik: Oat, buah pir, apel, dan sayuran hijau.
  • Target: Pastikan ada porsi sayur yang cukup baik saat sahur maupun berbuka.

​4. Teknik Memasak yang Lebih Sehat

​Cobalah beralih dari teknik deep frying ke metode lain yang lebih minim minyak namun tetap lezat:

  • ​Pepes atau Kukus: Menjaga nutrisi makanan tetap utuh.
  • ​Panggang (Grill): Memberikan aroma lezat tanpa tambahan lemak berlebih.
  • ​Air Fryer: Jika Anda tetap menginginkan tekstur renyah dengan minyak minimal.

​5. Tetap Terhidrasi dan Bergerak Ringan

​Dehidrasi terkadang disalahartikan oleh tubuh sebagai rasa lapar, yang memicu makan berlebih saat berbuka. 

Selain itu, aktivitas fisik ringan tetap diperlukan.

​Misalnya, melakukan jalan santai 15-30 menit sebelum berbuka atau setelah salat tarawih untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved