Ramadan 2026
Strategi Menjaga Kolesterol Selama Puasa di Bulan Ramadan
Menu berbuka yang didominasi gorengan dan santan justru berisiko meningkatkan kadar lemak darah.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Menjaga kadar kolesterol saat bulan puasa sering kali menjadi tantangan.
Meski secara teori berpuasa dapat membantu metabolisme, realitanya menu berbuka yang didominasi gorengan dan santan justru berisiko meningkatkan kadar lemak darah.
Berikut adalah panduan praktis agar tubuh tetap bugar dan kolesterol tetap stabil hingga hari raya tiba.
Strategi Menjaga Kolesterol Selama Puasa
1. Pilih Lemak Sehat (HDL) Saat Sahur
Sahur adalah fondasi energi Anda.
Hindari daging olahan yang tinggi lemak jenuh.
Sebaliknya, fokuslah pada sumber lemak tak jenuh yang membantu menjaga kadar kolesterol baik (HDL).
- Contoh: Alpukat, kacang-kacangan (almond atau kenari), dan minyak zaitun.
- Manfaat: Lemak sehat memberikan rasa kenyang lebih lama dan melindungi kesehatan jantung.
Baca juga: Bingung Makan Apa di Minggu Terakhir Puasa? Ini Ide Makan Sahur Selain Nasi
2. Batasi Takjil Gorengan
Sulit memang melewatkan gorengan saat berbuka.
Namun, minyak goreng yang digunakan berulang kali mengandung lemak trans yang secara signifikan meningkatkan kolesterol jahat (LDL).
Batasi konsumsi gorengan maksimal 1-2 buah saja, atau ganti dengan camilan rebus/kukus seperti jagung manis atau edamame.
3. Perbanyak Serat Larut
Serat larut berperan seperti "sapu" yang mengikat kolesterol di sistem pencernaan dan membuangnya sebelum masuk ke aliran darah.
- Sumber Terbaik: Oat, buah pir, apel, dan sayuran hijau.
- Target: Pastikan ada porsi sayur yang cukup baik saat sahur maupun berbuka.
4. Teknik Memasak yang Lebih Sehat
Cobalah beralih dari teknik deep frying ke metode lain yang lebih minim minyak namun tetap lezat:
- Pepes atau Kukus: Menjaga nutrisi makanan tetap utuh.
- Panggang (Grill): Memberikan aroma lezat tanpa tambahan lemak berlebih.
- Air Fryer: Jika Anda tetap menginginkan tekstur renyah dengan minyak minimal.
5. Tetap Terhidrasi dan Bergerak Ringan
Dehidrasi terkadang disalahartikan oleh tubuh sebagai rasa lapar, yang memicu makan berlebih saat berbuka.
Selain itu, aktivitas fisik ringan tetap diperlukan.
Misalnya, melakukan jalan santai 15-30 menit sebelum berbuka atau setelah salat tarawih untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar. (*)
| Jadwal Imsakiyah Kabupaten Sleman 29 Ramadan 1447 H |
|
|---|
| Waktu Buka Puasa Kota Yogyakarta dan Sekitarnya Hari ini, 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Sleman DI Yogyakarta Hari Ini, Rabu 18 Maret 2026 |
|
|---|
| 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah Kulon Progo dan Sekitarnya Rabu 18 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260312-Ilustrasi-kolesterol.jpg)