Ramadan 2026

Tips Menjaga Semangat Anak saat Belajar Berpuasa di Bulan Ramadan

Menjaga agar suasana hati anak tetap ceria dan semangat belajarnya tidak kendor adalah kunci kesuksesan puasa Si Kecil

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
freepik
ILUSTRASI - Sahur puasa Ramadan 

TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan adalah tantangan besar bagi Si Kecil, apalagi jika ini adalah tahun-tahun pertama mereka belajar. 

Sebagai orangtua, menjaga agar suasana hati anak tetap ceria dan semangat belajarnya tidak kendor adalah kunci kesuksesan puasa mereka.

Mengajarkan anak berpuasa yang merupakan bagian dari ibadah wajib umat muslim memang penting.

Namun, perlu dicatat pula dan sesuaikan dengan usia anak, terutama saat masa-masa awal belajar puasa.

​Tips Menjaga Semangat Anak saat Belajar Berpuasa

1. Mulai dengan Edukasi yang Menyenangkan

​Anak akan lebih bersemangat jika mereka memahami mengapa mereka melakukannya. 

Hindari memberi kesan bahwa puasa adalah beban.

​Bacakan buku kisah teladan nabi atau video animasi tentang keutamaan Ramadan.

Jelaskan pula bahwa puasa melatih kesabaran dan empati kepada sesama dengan bahasa yang sederhana.

2. Atur Pola Makan Sahur yang Berkualitas

Energi anak sangat bergantung pada apa yang mereka makan di waktu sahur. 

Pastikan menu sahur mengandung:

  • ​Karbohidrat kompleks, protein tinggi dan hidrasi maksimal.
  • Pastikan anak minum air putih yang cukup dan batasi minuman manis yang memicu haus di siang hari.

Baca juga: Tips Sahur Aman untuk Penderita Asam Lambung Agar Puasa Tetap Lancar

​3. Target Puasa yang Fleksibel (Bertahap)

Memaksa anak langsung puasa penuh hingga Maghrib bisa membuatnya trauma atau lemas berlebihan.

Mulailah dengan mengajarkan anak berpuasa secara bertahap.

​Biarkan mereka berbuka saat Zuhur, lalu lanjut lagi hingga Asar atau Maghrib.

​Selain itu, berikan pujian sekecil apapun pencapaiannya hari itu. 

Ini akan membangun kepercayaan diri mereka.

​4. Alihkan Perhatian dengan Aktivitas Seru

Rasa lapar biasanya paling terasa saat anak sedang bengong. 

Isi waktu luang mereka dengan kegiatan kreatif, misalnya Ngabuburit kreatif, menyiapkan takjil atau kegiatan-kegiatan lain yang positif.

​5. Pastikan Waktu Istirahat Cukup

Karena waktu bangun lebih awal untuk sahur, pola tidur anak pasti berubah.

​Ajarkan anak untuk tidur siang sejenak (power nap) sekitar 30–60 menit untuk mengisi ulang energi.

​Tidur malam lebih awal juga penting, agar anak tidak rewel saat dibangunkan sahur.

Dan tentunya waktu istirahat anak-anak bisa tetap tercukupi dan berkualitas. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved