Ramadan 2026

Dampak Negatif Konsumsi Makanan Manis dan Berminyak Berlebih saat Puasa

​Pola makan yang salah saat bulan puasa justru bisa membuat tubuh lemas dan memicu penyakit

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
allrecipes.com
ILUSTRASI - Makanan Gorengan 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, gorengan hangat dan es sirup yang manis memang terlihat sangat menggoda. 

Rasanya seperti 'hadiah' yang pantas setelah berjuang berpuasa seharian. 

Namun, tahukah Anda bahwa langsung menghajar perut dengan kombinasi gula tinggi dan lemak jenuh bisa menjadi bumerang bagi kesehatan?

​Pola makan yang salah justru bisa membuat tubuh lemas dan memicu penyakit. 

Dampak Negatif Makanan Manis dan Berminyak 

 

1. Lonjakan Gula Darah

Makanan manis memang memberikan energi instan, tapi sifatnya hanya sementara.

  • ​Gula Darah Naik-Turun (Crash): Saat Anda mengonsumsi gula berlebih, insulin akan melonjak drastis. Setelah energi tersebut habis, kadar gula darah akan merosot tajam (sugar crash), yang justru membuat Anda merasa cepat lelah, mengantuk, dan pusing tak lama setelah berbuka.
  • Risiko Diabetes: Kebiasaan ini jika dilakukan selama 30 hari penuh dapat mengganggu sensitivitas insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

2. Gangguan Pencernaan dan 'Heartburn.'

​Gorengan atau makanan berminyak sangat sulit dicerna oleh lambung yang sudah kosong selama belasan jam.

  • ​Asam Lambung Naik: Lemak memperlambat proses pengosongan lambung dan mengendurkan katup kerongkongan. Hasilnya? Sensasi terbakar di dada (heartburn) atau gejala GERD.
  • ​Sembelit: Makanan tinggi lemak biasanya rendah serat. Jika menu buka dan sahur Anda didominasi gorengan, jangan heran jika pencernaan menjadi tidak lancar.

Baca juga: Jenis-jenis Makanan yang Sebaiknya Anda Hindari saat Sahur

 

3. Tubuh Terasa Lemas Saat Beraktivitas

​Banyak yang mengira makan banyak lemak akan memberi cadangan energi. 

Faktanya, makanan berminyak membutuhkan oksigen dan energi besar untuk dicerna.

​Aliran darah akan terfokus ke sistem pencernaan untuk mengolah lemak tersebut, sehingga suplai oksigen ke otak berkurang. 

Inilah alasan utama mengapa Anda merasa sangat malas dan mengantuk setelah makan gorengan berlebih.

4. Kenaikan Berat Badan yang Tidak Sehat

​Puasa seharusnya menjadi momen detoksifikasi. 

Namun, kombinasi gula dan minyak adalah "bom kalori".

  • ​Lemak Visceral: Kelebihan kalori dari gorengan akan disimpan sebagai lemak perut.
  • Efek Ketagihan: Gula memicu pelepasan dopamin yang membuat Anda ingin terus makan (overeating), sehingga berat badan justru naik saat lebaran tiba. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved