Amalan dan Doa Nisfu Syaban, Momentum Mohon Ampunan Jelang Ramadan

Umat Islam akan kembali memperingati Nisfu Syaban 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Pinterest.com
ILUSTRASI - Amalan dan Doa saat Malam Nisfu Syaban 

Doa Nisfu Syaban (Arab):

Allahumma yā dzal-manni walā yumannu ‘alaihi, yā dzal-jalāli wal-ikrām, yā dzath-thauli wal-in‘ām. Lā ilāha illā anta, zhahrul-lājī’īn, wa jārul-mustajīrīn, wa amānul-khāifīn.

Allahumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil-kitābi syaqiyyan au maḥrūman au maṭrūdan au muqattaran ‘alayya fir-rizqi, famḥullāhumma bifaḍlika syaqāwatī wa ḥirmānī wa ṭardī wa iqtāra rizqī, watsbutnī ‘indaka fī ummil-kitābi sa‘īdan marzūqan muwaffaqan lil-khairāt.

Artinya:
“Ya Allah, Dzat yang memberi karunia dan tidak membutuhkan balasan, Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, Dzat yang memiliki keutamaan dan pemberian. Tidak ada Tuhan selain Engkau, tempat berlindung orang-orang yang berharap, pelindung orang-orang yang meminta perlindungan, dan pemberi rasa aman bagi orang-orang yang takut.

Ya Allah, jika Engkau mencatatku di dalam Lauhul Mahfuzh sebagai orang yang celaka, terhalang rezekinya, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah dengan karunia-Mu segala kecelakaanku, keterhalanganku, pengusiranku, dan kesempitan rezekiku. Tetapkanlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk berbuat kebaikan.”

 
5. Puasa Sunnah Nisfu Syaban

Selain amalan malam, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa sunnah pada siang hari Nisfu Syaban.

Puasa ini merupakan bagian dari puasa sunnah di bulan Syaban yang sering dilakukan Rasulullah SAW.

6. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Nisfu Syaban juga menjadi momentum untuk saling memaafkan, menghindari permusuhan, serta memperbaiki hubungan sosial sebagai bentuk penyucian hati sebelum Ramadan.

 
Persiapan Spiritual Menyambut Ramadan

Bulan Syaban dikenal sebagai bulan diangkatnya amal perbuatan manusia.

Oleh sebab itu, Nisfu Syaban menjadi pengingat penting agar umat Islam memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

 

Nisfu Syaban menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, doa, dan introspeksi diri.

Dengan mengamalkan salat sunnah, membaca Alquran, berzikir, membaca doa Nisfu Syaban, serta memperbaiki hubungan dengan sesama, umat Muslim diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan penuh kesiapan spiritual.

(MG Shabrina Andini)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved