Fathul Wahid: Hadapi Tantangan Admisi Mahasiswa Baru, PTIS Harus Perkuat Kapasitas Internal
Rektor UII Yogyakarta, Fathul Wahid menyebut admisi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) tengah menjadi tantangan nasional
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Admisi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) tengah menjadi tantangan nasional, menurut Rektor UII Yogyakarta, Fathul Wahid.
- Ia menyebut, ada beberapa faktor yang memengaruhi, namun yang paling terlihat adalah pembatasan PTN, terutama untuk program sarjana.
- Ada problem terkait daya beli masyarakat. Penurunan daya beli masyarakat bisa jadi menggeser prioritas kuliah. Kalau pun kuliah, lokasinya yang dekat dari rumah.
TRIBUNJOGJA.COM, MATARAM - Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Fathul Wahid menyebut admisi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS) tengah menjadi tantangan nasional.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi, namun yang paling terlihat adalah pembatasan PTN, terutama untuk program sarjana.
Di sisi lain, ada problem terkait daya beli masyarakat. Penurunan daya beli masyarakat bisa jadi menggeser prioritas kuliah. Kalau pun kuliah, lokasinya yang dekat dari rumah.
“Banyak hal, tidak ada jawaban yang pasti, kombinasi banyak faktor,” katanya seusai Workshop Penguatan Kapasitas Pengelolaan Perguruan Tinggi di Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Senin (16/2/2026).
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Fathul mengajak PTIS untuk meningkatkan kapasitas internal.
Ketua Umum Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia itu menyoroti soal tata kelola, penjaminan mutu, dan kerja sama.
Ia menekankan penjaminan mutu menjadi pilar utama perguruan tinggi.
Workshop bisa menjadi salah satu sarana untuk berbagi pengalaman, inspirasi, serta saling menguatkan.
Kerja sama juga tidak kalah penting. Melalui kerja sama, PTIS bisa saling menguatkan dan tumbuh bersama-sama.
“Harapannya PTIS di Indonesia tetap tumbuh tetap membesar, dan pada saatnya menjadi perguruan tinggi yang berkontribusi besar untuk kemajuan bangsa ini,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengajak PTIS untuk kembali menjadi institusi peradaban. Perguruan Tinggi Islam Swasta diharapkan menjadi lembaga yang tidak hanya berguna, tetapi juga bermakna.
Penurunan minat
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), Muh.Ansyar mengakui admisi mahasiswa baru memang cukup menantang. Ia merasakan penurunan minat selama beberapa tahun terakhir, meskipun tidak drastis.
“Ya terasa bahwa di beberapa teman-teman di perguruan tinggi swasta itu semakin hari ada penurunan. Sudah berlangsung lima tahunan mungkin. Kalau Unizar tidak drastis juga turunnya, tetapi ya mulai terasa. Kami kurang lebih menerima 500 (mahasiswa baru),” ujarnya.
Ia menambahkan kualitas pendidikan memang menjadi tantangan.
mahasiswa baru
Perguruan Tinggi
Perguruan Tinggi Islam Swasta
Universitas Islam Indonesia (UII)
Fathul Wahid
| Pakar Kebijakan Publik UGM Kritisi Kampus Kelola MBG: Tidak Pantas |
|
|---|
| JNE Gandeng UII Yogyakarta Gelar Workshop Kreatif dan Sosialisasi Content Competition 2026 |
|
|---|
| Wujudkan Kampus Hijau, UII Jadikan Kawasan Embung Pelang Ruang Terbuka dan Pusat Aktivitas Mahasiswa |
|
|---|
| 15.783 Peserta Bakal Ikuti UTBK-SNBT 2026 di UNY, Ini Kesiapan Pihak Kampus |
|
|---|
| ISI Yogyakarta Buka Pendaftaran S2 Magister Desain, Pertama di DIY-Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penandatanganan-kerja-sama-antara-UII-dan-Universitas-Islam-Al-Azhar-Unizar-Senin-1622026.jpg)