Human Interest Story
Kisah Aji Ramadan, Driver Ojol yang Lulus Cumlaude Sarjana Hukum UGM
Pilihan menjadi driver ojol merupakan langkah menyiasati keterbatasan ekonomi keluarga dalam membiayai kuliahnya.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Di sana, dia membantu pengelolaan jurnal, administrasi kenaikan pangkat dosen, penyusunan bahan pembelajaran, dan pekerjaan teknis atau administrasi lainnya.
Di kampus, Aji dikenal aktif mengikuti berbagai aktivitas organisasi mahasiswa, seperti Forum Penelitian dan Penulisan Hukum (FPPH), Asian Law Students’ Association Local Chapter UGM (ALSA UGM), Business Law Community (BLC), dan Speech and Law Debate Society (Speciality).
Di luar dari bagian fakultas, Aji juga pernah menjabat sebagai pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tenis Lapangan.
Tidak hanya terpaku di dalam kegiatan organisasi, ia juga mulai merintis karirnya di bidang profesional semenjak ia menjadi mahasiswa.
Menjelang libur semester, Aji kerap mengajukan lamaran magang di beberapa institusi hukum.
Di antaranya DPD RI Yogyakarta, Kejaksaan Negeri, kantor hukum, kantor notaris, lembaga bantuan hukum, hingga lembaga riset hukum Institute for Criminal Justice Reform (ICJR).
Dia juga sempat bekerja sebagai content writer di platform media sosial yang membahas isu-isu hukum.
Prestasi
Di tengah kesibukannya dalam menjalani kuliah sebagai mahasiswa UGM, jasa antar makanan, dan organisasi, Aji tetap berusaha untuk berprestasi di akademik dan non akademik.
Dia tercatat menjuarai berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional, universitas, hingga fakultas.
Beberapa di antaranya adalah Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Airlangga Law Competition 2023, Juara 1 Kompetisi Artikel Ilmiah Constitutional Law Fair Universitas Brawijaya 2022, serta Juara 2 Legislative Drafting Competition Universitas Indonesia 2022.
Di tingkat universitas, Aji juga meraih prestasi dalam kompetisi riset, lomba video digital, hingga olahraga tenis lapangan.
Bahkan saat memasuki semester akhir, Aji terlibat dalam berbagai proyek penelitian bersama dengan dosen Fakultas Hukum UGM dan beberapa lembaga riset hukum.
Dia juga menjadi asisten penelitian dalam kajian perubahan Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji serta terlibat dalam pengelolaan database dan pelacakan kasus hukuman mati di ICJR.
Melalui berbagai hiruk pikuk yang dialaminya, Aji memilih untuk tidak pernah menyerah meskipun tekanan tersebut kian menghampiri.
“Capek pasti ada karena masalah ada-ada saja membentur dari berbagai arah. Bukan pengen nyerah tapi lebih memilih ke meluangkan waktu buat istirahat sejenak menata ulang apa yang seharusnya dibenahi, dilakukan, dituntaskan, dan dicapai dengan terarah,” tambahnya.
Lulus Sarjana Hukum
| Kisah Azizah, Bocah 6,5 Tahun di Kota Yogyakarta Cari Rongsok hingga Rawat Ayah Sakit |
|
|---|
| Kisah Mbah Kibar, Seniman Asli Bantul yang Berjuang Tebus Tanah Leluhur Lewat Goresan Kanvas |
|
|---|
| Kisah Santri Yaketunis Yogyakarta Menjemput Cahaya Alquran Lewat Titik-titik Braille |
|
|---|
| Cerita Santri Darul Ashom di Godean Sleman, Mengejar Cita-cita Jadi Pengajar Agama bagi Tunarungu |
|
|---|
| Kisah Ryaas Amin, Mahasiswa UGM Biayai Kuliah Sendiri Sambil Jadi Driver Ojol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Aji-Ramadan-driver-ojol-jadi-sarjana-hukum.jpg)