UAJY Kukuhkan Dua Guru Besar Program Studi Teknik Industri

Pengukuhan ini menambah jumlah guru besar Program Studi Teknik Industri di UAJY menjadi lima.

Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
PENNGUKUHAN - Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengukuhkan dua guru besar yakni Prof. Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP., S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. dan Prof. Dr. Eng., Ir. Ririn Diar Astanti, S.T., M.MT., IPM., ASEAN Eng. 

Laporan Reporter Tribun, Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) mengukuhkan dua guru besar yakni Prof. Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP., S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. dan Prof. Dr. Eng., Ir. Ririn Diar Astanti, S.T., M.MT., IPM., ASEAN Eng.

Rektor UAJY, Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M mengatakan pengukuhan ini menambah jumlah guru besar Program Studi Teknik Industri menjadi lima.

Ia menyebut menjadi guru besar harus dipertanggungjawabkan. 

Para guru besar harus bisa mewarnai dan memposisikan dirinya sebagai lokomotif yang menarik gerbong-gerbong di bawahnya, khususnya dosen-dosen muda.

“Dengan dikukuhkannya dua guru besar ini, total Universitas Atma Jaya Yogyakarta memiliki 23 guru besar. Tentu ini sangat membanggakan. Apalagi di era sekarang, tuntutan untuk menambah guru besar terus didorong oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” katanya usai Pengukuhan Guru Besar di Student Center UAJY, Selasa (13/1/2026).

Ia menyebut guru besar terbanyak di Fakultas Teknologi Industri yang memiliki 10 guru besar, 5 guru besar di Prodi Teknik Industri dan 5 guru besar di Prodi Teknik Informatika.

Saat ini, UAJY masih berproses untuk penambahan guru besar di Prodi Teknik Informatika dan Fakultas Hukum.

“Kami percaya dengan sarana dan prasarana yang dimiliki UAJY maka para guru besar akan bisa menarik yang muda-muda untuk lebih produktif, dan akhirnya menyusul menjadi guru besar,” ujarnya.

Baca juga: FK UAJY Bersama Gereja Babarsari dan Polda DIY Gelar Bakti Sosial Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Parama Kartika Dewa SP., S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. menyampaikan pidato berjudul “Human-centric Supply Chain: Paaradigma Bagi Ketangguhan, Keberlanjutan, dan Keunggulan Operasional.

Ia mengungkapkan supply chain di era industri 4.0 mengalami peningkatan kualitas manajemen, perbaikan efisiensi, dan efektivitas.

Namun berdasarkan beberapa kajian dan evaluasi, supply chain di sektor manufaktur memiliki kelemahan dari aspek teknis, operasional, dan keamanan siber.

Era industri 5.0 digulirkan untuk menjawab beberapa kelemahan sebelumnya.

Keberadaan teknologi internet, komputer, dan kecerdasan buatan berdampak pada berkurangnya peran manusia di industri manufaktur. 

Kondisi tersebut berdampak pada supply chain yang menopang luaran manufaktur untuk meningkatkan kepuasan konsumen.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved